JCCNetwork.id- Profesor Emeritus dari School of Humanities and Social Sciences di Deakin University, Damien Kingsbury, mengungkapkan perannya sebagai negosiator dalam pembebasan pilot pesawat Susi Air asal Selandia Baru, Phillip Mehrtens, yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
“Sejak akhir Februari, saya diberi wewenang oleh TPNPB untuk bertindak sebagai perantara dengan pemerintah Selandia Baru. Hal itu berdasarkan pernah bekerja sama dengan kelompok pro-kemerdekaan Papua Barat dan dikonfirmasi dalam video dari TPNPB kepada pemerintah Selandia Baru,” kata Kingsbury, seperti dikutip dari The Conversation, Jumat (9/6/2023).
Kingsbury mengungkapkan bahwa ia telah menjalin komunikasi rutin dengan negosiator dari pihak Kepolisian Selandia Baru, termasuk ketika KKB Papua mengubah tuntutannya untuk membunuh Mehrtens kecuali Indonesia mengakui kemerdekaan Papua Barat.
Namun, Kingsbury menyatakan bahwa saat ini perannya sebagai negosiator dalam pembebasan Mehrtens telah berakhir.
“Keterlibatan saya dengan pemerintah Selandia Baru berakhir ketika saya diberi tahu bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menggunakan jalur komunikasi lain dengan kelompok tersebut. Seiring perkembangan peristiwa, pemahaman saya adalah bahwa TPNPB tidak menerima perubahan saluran komunikasi ini,” katanya.
Sementara itu di sisi lain, Polda Papua meminta pemerintah pusat untuk tidak mencairkan alokasi dana desa, terutama untuk Distrik Nduga, Papua. Hal ini buntut dari penyanderaan Pilot Susi Air oleh KKB di wilayah tersebut.
Permohonan ini diajukan karena ada kekhawatiran bahwa dana desa dapat disalahgunakan untuk mendukung pembelian senjata api ilegal oleh KKB. Demikian kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Prabowo.
“Kalau ini (dana desa) tidak kita blokir, maka dana desa akan mengalir ke desa dan mereka (KKB) mungkin akan terus meminta bantuan. Mungkin untuk membeli senjata, untuk membeli makanan,” ujar Benny.



