JCCNetwork.id- Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, dalam rangka merayakan Hari Laut Sedunia, melakukan kunjungan ke lokasi pencemaran di Perairan Tanjung Bemban, Kota Batam. Di sana airnya berwarna hitam dan terlihat tersebar di pantai serta menempel pada bebatuan. Diduga, materi tersebut berasal dari limbah kapal yang terbawa arus dari tengah laut.
Selain temuan ini, Trenggono juga mengaku telah beberapa kali mendengar keluhan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengenai masalah pencemaran di wilayahnya.
Kementerian KKP, lanjutnya, juga telah mengambil tindakan terhadap wilayah reklamasi ilegal di Teluk Tering, Kota Batam, dengan luas sekitar 3.000 meter persegi, dan meminta pemiliknya untuk mengurus Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) sebagai izin dasar untuk melakukan kegiatan menetap di ruang laut, termasuk kegiatan reklamasi.
“Apa yang kita lakukan ini demi kepentingan ekologi agar kita tetap bisa menjaga laut tetap sehat dan baik,” katanya, Kamis (8/9/2023).
Trenggono juga menyuarakan harapannya agar laut Indonesia tetap terjaga keberlanjutannya hingga masa depan, dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia.
Dengan penuh semangat, Trenggono menyatakan, “Kita ingin melihat laut yang sehat, terjaga, dan bermanfaat bagi kehidupan manusia di masa yang akan datang.”



