JCCNetwork.id- Polda Papua telah meminta pemerintah pusat untuk tidak mencairkan alokasi dana desa, terutama untuk Distrik Nduga, Papua. Hal ini buntut dari penyanderaan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya terhadap Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens.
Permohonan ini diajukan karena ada kekhawatiran bahwa dana desa dapat disalahgunakan untuk mendukung pembelian senjata api ilegal oleh KKB. Demikian kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Prabowo.
“Kalau ini (dana desa) tidak kita blokir, maka dana desa akan mengalir ke desa dan mereka (KKB) mungkin akan terus meminta bantuan. Mungkin untuk membeli senjata, untuk membeli makanan,” ujar Benny, Kamis (8/6/2023).
Pilot Susi Air Kapten Philips Max Mehrthens hingga saat ini masih disandera oleh KKB. Pimpinan Egianus Kogoya juga mengancam bakal membunuh Pilot Susi Air itu. KKB menetapkan tenggat dua bulan agar dialog mengenai kemerdekaan Papua dilakukan.
























