Akhirnya Setelah 70 Tahun Warga Perbatasan Nikmati Jalan Beraspal

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Informasi yang Anda sampaikan menyatakan bahwa Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) Kementerian PUPR telah membuka akses wilayah terisolir di perbatasan Indonesia-Timor Leste setelah selesainya pembangunan Jalan Sabuk Merah sepanjang 179 kilometer yang menghubungkan Kabupaten Belu dan Malaka.

Jalan Sabuk Merah tersebut menghubungkan delapan kecamatan dan 32 desa yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Terdapat enam kecamatan dan 27 desa di Kabupaten Belu serta dua kecamatan dan lima desa di Kabupaten Malaka yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

- Advertisement -

“Akses Jalan Sabuk Merah yang sudah selesai dibangun membuka akses wilayah terisolir dan menghubungkan delapan kecamatan dan 32 desa yang berbatasan langsung dengan Timor Leste,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN NTT Zaulkifli Arif, dikutip Senin (.

Biaya pembangunan Jalan Sabuk Merah perbatasan sektor timur sepanjang 179 kilometer tersebut mencapai Rp1,6 triliun, termasuk pembangunan sekitar 40 jembatan. Jalan tersebut melewati bukit-bukit hijau yang berbatasan dengan Timor Leste.

Meskipun jalan tersebut sudah selesai dibangun dengan permukaan hotmix, beberapa jalur mengalami longsor akibat cuaca buruk dalam beberapa tahun terakhir. Diperkirakan ada sekitar 20 titik longsor yang memerlukan perbaikan.

- Advertisement -

Warga yang tinggal di Desa Maudemuk, Kecamatan Lamaknen Selatan, seperti Yosep Pau Iki, merasa bersyukur karena setelah 70 tahun tinggal di desa tersebut, mereka akhirnya bisa merasakan jalan beraspal.

“Terima kasih, karena dengan begini kami merasakan bahwa kami sudah merdeka,” ucapnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Barcelona Tekuk Al Ahly 2-1 di Final Joan Gamper Trophy 2026

JCCNetwork.id - Barcelona sukses meraih kemenangan 2-1 atas Al Ahly dalam final Joan Gamper Trophy 2026. Pertandingan berlangsung di Spotify Camp Nou dan menyajikan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER