JCCNetwork.id-Premier League atau Liga Inggris mengagendakan penambahan kamera VAR (Video Assistant Referee) pada empat area kotak pinalti demi mengakurasi keputusan offside
“Ditambahnya empat kamera VAR itu akan memperbanyak sudut pandang yang lebih baik bagi wasit untuk menganalisis kejadian sebelum mengambil keputusan. Dengan begitu, teknologi hawk-eye atau kamera mata elang yang sudah ada sebelumnya diprediksi dapat bekerja lebih baik,” dilansir dari The Athletic, Senin (17/4/2023).
Menurut informasi, Liga Inggris juga ingin menguji coba teknologi offside semi-otomatis (SOAT). Sebelumnya, SOAT telah digunakan FIFA dalam ajang Piala Dunia 2022 Qatar.
SOAT yang dipakai di Piala Dunia 2022 melibatkan teknologi AI yang mampu melacak anggota tubuh pemain untuk melihat apakah posisinya berada di area offside atau tidak.
Jika pemain telah memasuki garis terlarang atau offside maka akan ada peringatan yang dikirim ke VAR, lalu dicek oleh wasit, kemudian keputusan pun berada pada wasit.
Tetapi SOAT lebih mempermudah pengadil lapangan menganalisis situasi yang terjadi.
Sementara itu walaupun banyak pihak mendorong penyempurnaan teknologi VAR, namun implementasinya tetap membutuhkan beberapa tahap, salah satunya adalah persetujuan minimal oleh 14 dari total 20 klub yang ada di Liga Inggris.
Diharapkan adanya VAR untuk lebih menegakkan keadilan dalam sepak bola dan jangan sampai terjadi kontraversi, sebab menurut laporan Mirror Desember 2023 hingga saat ini ada enam keputusan VAR yang salah.
Kejadian yang terjadi pada pertandingan Arsenal melawan Brentford di Stadion Emirates, Sabtu, 11 Februari 2023. Gol Ivan Toney yang disahkan VAR, sebenarnya terlihat bahwa sang pemain dalam posisi offside. Hal seperti ini yang membuat para tim-tim sepakbola merasa di rugikan.



