BGN Perketat Keamanan Makanan MBG

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah yang diterapkan adalah aturan Rules of 4 Hours, yakni makanan yang telah selesai dimasak harus dikonsumsi paling lambat empat jam setelah matang.

Ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan makanan yang diberikan kepada peserta didik tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman ketika dikonsumsi. BGN menegaskan makanan yang sudah melewati batas waktu yang ditetapkan tidak boleh lagi disantap.

- Advertisement -

Kepala BGN Sudaryono mengatakan penerapan batas waktu konsumsi tersebut kini disertai dengan sistem pelabelan pada makanan MBG. Label itu digunakan sebagai penanda bagi penerima manfaat maupun pihak sekolah untuk mengetahui batas aman waktu konsumsi makanan.

Menurut Sudaryono, pengecekan terhadap label dan waktu konsumsi perlu dilakukan sebelum makanan dibagikan atau disantap oleh peserta didik. Karena itu, tanggung jawab menjaga keamanan makanan tidak hanya berada di tangan pengelola program, tetapi juga membutuhkan keterlibatan sekolah dan para guru.

“Badan Gizi Nasional telah memberlakukan label makanan yang wajib dikonsumsi atau dimakan empat jam setelah makanan itu matang. Kami mengimbau para siswa, para peserta didik, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk sama-sama mengecek sebelum makanan MBG dikonsumsi,” ujar Sudaryono, Selasa (11/8/2026).

- Advertisement -

Ia meminta para siswa serta tenaga pendidik membiasakan diri memeriksa informasi waktu konsumsi sebelum menyantap menu MBG yang telah diterima.

Langkah tersebut dinilai penting karena makanan yang berada terlalu lama setelah proses pemasakan perlu mendapatkan perhatian khusus dari sisi keamanan pangan. Dengan adanya batas waktu yang jelas, penerima manfaat dapat mengetahui apakah makanan masih berada dalam rentang waktu konsumsi yang ditetapkan.

Sudaryono bahkan meminta makanan yang telah melewati batas waktu pada label untuk tidak dikonsumsi. Menurut dia, ketentuan tersebut harus dipatuhi secara disiplin untuk mengurangi potensi munculnya persoalan akibat makanan yang tidak lagi berada dalam rentang waktu konsumsi yang ditentukan.

“Manakala lebih dari jam yang ditentukan, kami mohon dengan sangat hormat untuk tidak dikonsumsi. Saya ulangi, untuk tidak dikonsumsi manakala melewati jam batas yang ditentukan,” tegasnya.

Keamanan Pangan Jadi Perhatian Utama

BGN menempatkan keamanan pangan sebagai salah satu komponen penting dalam pelaksanaan MBG. Program tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk menyediakan makanan dengan kandungan gizi bagi peserta didik, tetapi juga memastikan makanan yang sampai ke penerima berada dalam kondisi layak dan aman untuk dikonsumsi.

Penerapan Rules of 4 Hours menjadi salah satu bentuk pengawasan terhadap tahapan konsumsi makanan setelah selesai diproduksi. Dengan demikian, proses penyediaan makanan tidak berhenti ketika makanan selesai dimasak dan didistribusikan, tetapi juga mencakup pengawasan hingga makanan dikonsumsi.

Kepatuhan terhadap batas waktu menjadi semakin penting karena pelaksanaan MBG melibatkan jumlah penerima manfaat yang besar. Setiap tahapan, mulai dari pengolahan, distribusi hingga konsumsi, membutuhkan pengawasan agar standar keamanan pangan tetap terjaga.

BGN juga mendorong sekolah untuk berperan aktif dalam memastikan aturan tersebut diterapkan. Guru dan pihak sekolah diharapkan tidak sekadar menerima makanan yang dikirimkan, tetapi ikut melakukan pemeriksaan terhadap informasi waktu konsumsi sebelum makanan diberikan kepada siswa.

Bagi peserta didik, pemeriksaan sederhana terhadap label dapat menjadi bagian dari kebiasaan menjaga keamanan pangan. Jika waktu konsumsi telah melewati batas yang tercantum, makanan harus disisihkan dan tidak dikonsumsi.

Pengawasan MBG Terus Diperkuat

Sudaryono menegaskan BGN akan terus meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Penguatan tersebut dilakukan melalui monitoring, peningkatan pelayanan, serta kerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam program.

Menurutnya, keberhasilan MBG tidak cukup hanya diukur dari banyaknya makanan yang tersalurkan. Kualitas makanan, kandungan gizi, serta aspek keamanan harus berjalan beriringan agar tujuan program dapat tercapai.

Karena itu, kolaborasi antara BGN, pengelola layanan makanan, sekolah, guru, peserta didik, dan pihak terkait lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan program.

“MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi. Insyaallah kami, Badan Gizi Nasional, terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Ia memastikan BGN akan melanjutkan upaya peningkatan pelayanan sekaligus memperkuat pengawasan di lapangan. Monitoring dan kolaborasi akan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan.

Dengan penerapan Rules of 4 Hours, pemerintah berharap masyarakat sekolah memiliki pedoman yang lebih jelas mengenai batas waktu konsumsi makanan MBG. Aturan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pemenuhan kebutuhan gizi harus disertai dengan perhatian serius terhadap keamanan pangan.

BGN menilai kedisiplinan dalam mengikuti batas waktu konsumsi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan seluruh pihak, program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat secara optimal tanpa mengabaikan standar keamanan makanan bagi para penerimanya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

73 Demo Digelar, 26.386 Personel Dikerahkan

JCCNetwork.id- Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan berlapis untuk mengantisipasi 73 kegiatan penyampaian aspirasi atau unjuk rasa yang berlangsung di wilayah hukum DKI Jakarta dan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Detik-Detik Ketua MK Tegur Kuasa Hukum Militan Gibran 08 Gegara Jawab “Oke”
10:10
Video thumbnail
Rekam Jejak 24 Tahun di Kekuasaan, Mahfud MD Tegaskan Tak Pernah Korupsi
08:41
Video thumbnail
Gibran Sudah Lama Dilantik, Kenapa Baru Sekarang Ijazahnya Diperkarakan Denny Indrayana Cs?
08:25
Video thumbnail
Mahfud MD Bongkar Dugaan Praktik Busuk Dunia Politik dan Hukum
09:05
Video thumbnail
Relawan Gibran 08 Ingatkan Jangan Jadikan MK Keranjang Sampah
17:00
Video thumbnail
Prabowo Beri Solusi untuk Rakyat, Tapi Keras ke Korporasi
08:04
Video thumbnail
Ketua MK Minta Ketum Militan Gibran 08 Nusantara Tak Usah Terlalu Semangat
08:17
Video thumbnail
Presiden Prabowo Bongkar Ada 8 Perda Menipu
08:30
Video thumbnail
Napi Kelas Sultan? Klaster Mewah Lapas Cibinong, Fortuner hingga Alphard Mejeng di Garasi
08:20
Video thumbnail
Prabowo Bicara di Depan Para Profesor, Akui Keberhasilannya Tak Lepas dari Bimbingan Pakar
08:10
Video thumbnail
Di Depan Profesor, Prabowo Klarifikasi Soal Tuduhan Tak Hormati Pakar
08:02
Video thumbnail
Momen Prabowo Catat Usulan Pakar, Setuju Bentuk Badan Khusus Pengelolaan Gambut
10:11
Video thumbnail
Prabowo Tanggapi Polemik Ucapan “Goblok”: Saya Paling Hormat Sama Pakar #shorts #trending
01:34
Video thumbnail
Detik-Detik Rocky Gerung Bicara Gibran Soroti Peluang Jadi Presiden #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Di Hadapan KAI, DPR Soroti Whoosh: Bikin Compang-Camping KAN?
09:48
Video thumbnail
Dipanggil Mendadak Prabowo ke Istana, Profesor Ini Kaget, Baru Pertama Kali
09:12
Video thumbnail
DPR Sentil Keras KAI, KRL Padat hingga Penumpang Berdesakan: Malu Kita Pak
09:36
Video thumbnail
Rocky Gerung di Depan Menkum Supratman, Inovasi Butuh “Otak yang Edan”
08:47
Video thumbnail
Rocky Gerung Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden, Lalu Tunjuk Foto Prabowo: Hak Patennya di Sini
08:46
Video thumbnail
Prabowo Tanggapi Polemik Ucapan “Goblok”: Saya Paling Hormat Sama Pakar
08:01

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER