JCCNetwork.id- Sebanyak 687 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan rangkaian aksi unjuk rasa yang berlangsung di empat lokasi berbeda di wilayah Jakarta Pusat pada Jumat. Aparat gabungan yang terdiri atas personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek disiagakan guna memastikan seluruh kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kepolisian menegaskan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Sejumlah titik yang menjadi pusat konsentrasi massa juga akan dipantau secara intensif oleh petugas selama kegiatan berlangsung.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan aksi unjuk rasa pertama dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.00 WIB di kawasan Gambir. Aksi tersebut akan diikuti oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum bersama sejumlah elemen massa lainnya yang menyampaikan aspirasi di wilayah tersebut.
“Pengamanan aksi unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir, dengan rencana giat pukul 10.00 WIB,” kata Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Jumat.
Pada waktu yang hampir bersamaan, Pengurus Komite Mahasiswa dan Pemuda Reformasi (KMP Reformasi) juga dijadwalkan menggelar aksi di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) DPN Indonesia. Aparat telah menyiapkan pola pengamanan di sekitar lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif serta memastikan aktivitas masyarakat di sekitar area tidak terganggu.
Memasuki siang hari, giliran Cipayung Plus Jakarta Selatan yang terdiri dari sejumlah organisasi kemahasiswaan, di antaranya LMND, HMP MPO, GMNI, PMKRI, HMI DIPO, SEMMI, PMII, IMM, dan KAMMI, akan menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Aksi tersebut dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dengan melibatkan peserta dari berbagai organisasi mahasiswa.
Selanjutnya, pengamanan juga difokuskan di kawasan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tempat Aliansi Mahasiswa dan Pemuda DKI Jakarta akan menggelar unjuk rasa pada pukul 14.00 WIB. Kepolisian telah menempatkan personel di sejumlah titik strategis untuk mengatur arus massa sekaligus menjaga keamanan di sekitar lokasi.
Untuk mengantisipasi dampak terhadap mobilitas masyarakat, kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Pengalihan arus kendaraan hanya akan dilakukan apabila jumlah peserta aksi meningkat dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi.
Polres Metro Jakarta Pusat juga mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara damai, mematuhi ketentuan hukum yang berlaku, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Petugas di lapangan diminta mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengawal jalannya aksi.
Selain itu, masyarakat yang akan melintas di kawasan Gambir, sekitar Kantor LBH DPN Indonesia, Kemendikdasmen, maupun Kantor OJK diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas yang diperkirakan terjadi selama aksi berlangsung.
Kepolisian berharap seluruh rangkaian unjuk rasa dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif sehingga hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum tetap terlindungi tanpa mengganggu aktivitas publik maupun pengguna jalan lainnya.























