JCCNetwork.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Dusun Cikaramas, Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, yang mulai mengalami krisis pasokan air.
Bantuan tersebut disalurkan kepada 98 kepala keluarga (KK) atau sekitar 200 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber air di wilayah tersebut mulai menyusut selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, mengatakan distribusi air bersih merupakan langkah tanggap darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah menurunnya ketersediaan air.
Menurutnya, BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Jika kebutuhan masyarakat masih tinggi dan musim kemarau berlanjut, distribusi bantuan air bersih akan kembali dilakukan sesuai kondisi yang ada.
“Sebanyak 5.000 liter air bersih kami salurkan kepada 98 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa di Dusun Cikaramas. BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan apabila masih dibutuhkan,” katanya.
Ia menjelaskan, BPBD tidak bekerja sendiri dalam penanganan dampak kekeringan. Koordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait terus dilakukan agar distribusi bantuan dapat berjalan efektif dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Selain memastikan pasokan air bersih tetap tersedia, BPBD juga mengintensifkan pemantauan terhadap wilayah lain di Kabupaten Sumedang yang berpotensi mengalami kekeringan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila muncul daerah baru yang mengalami krisis air bersih.
BPBD menilai musim kemarau berpotensi meningkatkan jumlah daerah yang mengalami kesulitan memperoleh air, terutama kawasan yang selama ini bergantung pada mata air maupun sumur dangkal. Karena itu, kesiapsiagaan terus ditingkatkan melalui koordinasi lintas sektor.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung. Penghematan penggunaan air dinilai menjadi salah satu langkah penting agar persediaan yang ada dapat bertahan lebih lama hingga kondisi kembali normal.
Bambang mengingatkan warga agar menggunakan air sesuai kebutuhan sehari-hari dan menghindari pemborosan. Dengan demikian, pasokan air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat yang terdampak.
“Kami mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Gunakan air sesuai kebutuhan dan hindari pemborosan sehingga pasokan yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan warga,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumedang juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Laporan tersebut akan menjadi dasar penentuan prioritas penyaluran bantuan sehingga distribusi air bersih dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Memasuki puncak musim kemarau, BPBD Sumedang memastikan kesiapsiagaan tetap dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan. Upaya pemantauan, koordinasi, serta distribusi bantuan air bersih akan terus dilakukan guna menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga kondisi kembali normal.


