DPR Desak Usut Kematian Dokter Internship

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kasus meninggalnya dokter internship, dr. Myta Aprilia Azmy, memicu sorotan publik dan mendapat perhatian serius dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendesak Kementerian Kesehatan bersama Polri mengusut tuntas dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan program internship yang dijalani korban sebelum meninggal dunia.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (9/5/2026), Sahroni menilai terdapat indikasi penyalahgunaan wewenang dalam sistem kerja dokter magang yang dijalani dr. Myta. Ia meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk memeriksa rumah sakit tempat korban bertugas hingga dokter pendamping selama program internship berlangsung.

- Advertisement -

“Ini sudah masuk adanya dugaan penyalahgunaan wewenang,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta dikutip Sabtu (9/5).

Menurut dia, dugaan adanya tekanan kerja berlebihan hingga manipulasi jadwal tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Ia menegaskan aparat penegak hukum bersama Kementerian Kesehatan perlu mengungkap apakah terdapat tekanan sistematis yang menyebabkan kondisi kerja tidak manusiawi bagi peserta internship.

“Polri bersama Kemenkes harus usut detail, bisa jadi ada tekanan sistematis di dalamnya,” ucap dia.

- Advertisement -

Politikus Partai NasDem itu juga menyoroti budaya senioritas di lingkungan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang dinilai masih sarat intimidasi. Menurutnya, pola hubungan kerja seperti itu sudah tidak relevan dan justru membahayakan kesehatan mental maupun fisik tenaga medis muda yang tengah menjalani masa pembelajaran dan pengabdian.

Sahroni meminta para dokter internship lain yang mengalami perlakuan serupa agar tidak takut melapor kepada pihak berwenang. Ia menilai praktik kerja yang menempatkan peserta magang dalam tekanan berlebihan harus segera dihentikan agar tidak menimbulkan korban berikutnya.

“Saya minta para dokter internship yang mengalami perlakuan seperti itu jangan takut melapor ke Kemenkes dan juga ke kepolisian. Praktik seperti ini harus dihentikan dan tidak boleh terulang di tempat lain,” ucap Bendahara Umum DPP Partai NasDem itu.

dr. Myta Aprilia Azmy diketahui meninggal dunia pada 1 Mei 2026 di Rumah Sakit Umum Pusat Moh. Hoesin. Korban dilaporkan mengalami kondisi paru-paru berat sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Sebelum meninggal, dr. Myta menjalani program internship di Rumah Sakit Umum Daerah K.H. Daud Arif. Dugaan kelelahan akibat beban kerja tinggi dan minim waktu istirahat kemudian menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai jadwal kerja korban mencuat di media sosial.

Kementerian Kesehatan sebelumnya telah melakukan investigasi internal terkait kasus tersebut. Dari hasil penelusuran awal ditemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program internship, mulai dari indikasi kelebihan jam kerja, dugaan manipulasi jadwal oleh pendamping internship, hingga kelemahan tata laksana medis selama penanganan korban.

Kasus ini kembali membuka perdebatan mengenai sistem pendidikan profesi dokter dan pola kerja tenaga kesehatan muda di Indonesia. Sejumlah kalangan mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap program internship agar peserta mendapatkan perlindungan kerja yang layak tanpa tekanan berlebihan yang berisiko terhadap keselamatan jiwa.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Polisi Bongkar Pengoplosan LPG di Sidoarjo, Dua Tersangka Ditangkap

JCCNetwork.id-Polisi mengungkap praktik pengoplosan gas LPG nonsubsidi di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur. Dua orang tersangka berinisial MNH dan MR ditangkap oleh jajaran Kepolisian Resor Kota...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER