Aksi “Kungfu” Fadly Alberto Picu Proses Disiplin Cepat

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Insiden kekerasan mewarnai laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 musim 2025–2026 antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Aksi tendangan keras bergaya “kungfu” yang dilakukan pemain Bhayangkara, Fadly Alberto, memicu reaksi tegas dari PSSI dan berpotensi berujung sanksi berat.

Pertandingan yang sejak awal berlangsung ketat berubah panas setelah terjadi perdebatan terkait keputusan offside. Protes yang dilayangkan pemain kedua tim memicu ketegangan hingga berujung keributan di lapangan. Dalam situasi tersebut, Fadly Alberto menjadi sorotan setelah melakukan tendangan berbahaya ke arah pemain Dewa United, Rakha Nurkholis.

- Advertisement -

Aksi tersebut langsung menuai kecaman luas karena dinilai melanggar prinsip sportivitas serta membahayakan keselamatan pemain. Insiden ini dinilai mencoreng semangat pembinaan dalam kompetisi usia muda yang seharusnya menekankan pengembangan karakter dan kedisiplinan.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait insiden tersebut. Ia memastikan kasus ini akan segera diproses melalui Komite Disiplin (Komdis).

“PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara di Elite Pro Academy,” kata Yunus dalam keterangan resminya, dikutip pada Selasa (21/4/2026).

- Advertisement -

Yunus menegaskan, federasi tidak akan mentoleransi tindakan kekerasan di lapangan, terlebih dalam kompetisi kelompok usia. Ia menyebut Ketua Umum PSSI juga telah menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut.

“Dan Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini, pemain yang melakukan hal itu. Dan PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya, dan diminta ini menjadi prioritas sidang Komdis untuk segera dilaksanakan dan diputuskan,” ungkap Yunus.

Langkah cepat tersebut menunjukkan komitmen PSSI dalam menjaga integritas kompetisi, khususnya di level pembinaan seperti EPA U-20.

Yunus menilai insiden seperti ini seharusnya tidak lagi muncul di kompetisi usia muda yang berfokus pada pengembangan karakter dan kualitas pemain. Federasi menilai insiden ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pemain muda untuk mengendalikan emosi saat bertanding.

“Sekali lagi kami prihatin dengan kejadian hal ini. Masih ada peristiwa-peristiwa seperti ini yang terjadi di pemain,” ujar Yunus.

PSSI juga menyampaikan keprihatinan atas masih terjadinya tindakan tidak sportif di kompetisi usia dini. Yunus mengingatkan bahwa sikap emosional di lapangan tidak hanya merugikan tim, tetapi juga berdampak negatif terhadap masa depan karier pemain.

“Kami sangat tidak berharap dan kami mohon kepada pemain, apapun yang terjadi di lapangan, selalu bersikap jangan emosional, sabar, dan tentu ini akan merugikan pemain,” tandasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kemarau, Kebumen Salurkan 337 Tangki Air Bersih.

JCCNetwork.id- Pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terus memperluas distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau. Hingga September 2026, sebanyak...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Pemilik Lahan Langsung Nurut! Sherly Tjoanda Kasih Pesan soal Larangan Bakar Lahan
08:23
Video thumbnail
Gub Sherly Tjoanda Girang Lihat Bibit Kelapa Siap Tanam dan Terima Kasih ke Pak Presiden, Pak Mentan
08:18
Video thumbnail
Prabowo Pede, Tegaskan Bukan Pemimpin Omon-Omon
10:10
Video thumbnail
Prabowo Beberkan Besarnya Potensi Kelapa Sawit Indonesia
08:34
Video thumbnail
Rakyat Tunggu Kapan Presiden Prabowo Hukum Mati Koruptor Atau Dikirim ke Nusakambangan
12:19
Video thumbnail
Momen Prabowo Candai Kapolri di Gontor, Hanya di Indonesia Kepala Polisi Pakai Kopiah
09:37
Video thumbnail
Rp134,2 Triliun Digelontorkan untuk MBG, Menkeu Sebut Program Makin Tepat Sasaran
08:31
Video thumbnail
Suahasil Beberkan Warisan Krisis 1998 Rp640 Triliun, Benarkah Sudah Tuntas?
08:57
Video thumbnail
Detik-Detik Prabowo Kepalkan Tangan dan Serukan “Free Palestine” di Gontor #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Rapat DPR Memanas Saat Bahas Reforma Agraria, UU Apa Ini?
08:33
Video thumbnail
Masih Adakah Program Lapor Seperti Era Pak Purbaya #shorts #trending
01:11
Video thumbnail
Momen Hangat di Gontor! Prabowo Dapat Hadiah Keffiyeh Setelah Pekik “Free Palestine
10:10
Video thumbnail
Momen Prabowo Berapi-api di Gontor, Kepalkan Tangan, Teriakkan “Free Palestine”
09:56
Video thumbnail
Nusron Wahid Akhirnya Buka Suara #shorts #trending
00:59
Video thumbnail
Gub Sherly Tjoanda Beri Jawaban Menohok soal Orang Dalam di Dunia Kerja
10:36
Video thumbnail
Jamu Pahit Jari 98 Buat Sehatkan Pemerintahan Prabowo #shorts #trending
01:45
Video thumbnail
Ditanya Wartawan Soal Lapor Pak Purbaya, Begini Penjelasan Suahasil
10:38
Video thumbnail
Momen Prabowo Datang, Hadiri 100 Tahun Ponpes Gontor di Jatim
03:59
Video thumbnail
Disinggung Sering Difitnah, Prabowo Kutip Ayat Al-Quran, Zulhas Acungkan Jempol
10:13
Video thumbnail
JARI 98 Apresiasi Ketegasan Polri Usut Kasus Febrie #shorts
02:38

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Rupiah Melemah, IHSG Justru Menguat

Karhutla Gunung Butak Meluas ke Blitar

Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Jakarta

APTI Soroti Kebijakan Cukai Tembakau