Rupiah Melemah, Pemerintah Soroti Penguatan Dolar AS

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa pagi (7/4/2026). Mata uang Garuda tercatat melemah hingga menembus level Rp17.000 per dolar AS, seiring penguatan mata uang Negeri Paman Sam secara global.

Berdasarkan data Bloomberg, kurs dolar AS berada di posisi Rp17.078 pada pukul 09.14 WIB. Angka tersebut naik sekitar 43 poin atau 0,25 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

- Advertisement -

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pelemahan rupiah bukan fenomena yang terjadi secara spesifik di Indonesia. Ia menyebut penguatan dolar AS saat ini terjadi terhadap berbagai mata uang dunia.

“Itu bukan hanya rupiah, berbagai *currency* lain kan demikian,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, tekanan terhadap nilai tukar tidak hanya dialami rupiah, melainkan juga sejumlah mata uang utama di kawasan Asia hingga global. Kondisi ini dipicu oleh faktor eksternal, termasuk dinamika ekonomi global dan kebijakan moneter negara maju.

- Advertisement -

Di kawasan Asia-Pasifik, dolar AS tercatat menguat terhadap sejumlah mata uang. Won Korea Selatan melemah sekitar 0,18 persen, diikuti dolar Singapura yang turun 0,16 persen. Ringgit Malaysia juga mengalami depresiasi sebesar 0,24 persen terhadap dolar AS.

Tekanan lebih dalam dialami peso Filipina yang melemah hingga 0,32 persen. Sementara itu, yuan China terkoreksi tipis sekitar 0,10 persen, dan yen Jepang terdepresiasi sebesar 0,13 persen. Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan, yakni mencapai 0,37 persen.

Meski mayoritas mata uang melemah, terdapat beberapa yang menunjukkan penguatan terbatas. Rupee India tercatat menguat tipis sebesar 0,04 persen, sedangkan dolar Hong Kong naik sekitar 0,01 persen terhadap dolar AS.

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan nilai tukar dan dampaknya terhadap perekonomian domestik. Koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter disebut menjadi langkah utama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk dalam mempertahankan daya beli masyarakat di tengah tekanan eksternal.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kasus DBD di Pamekasan Meningkat, Dinkes Perkuat Upaya Pencegahan

JCCNetwork.id- Kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Pamekasan menunjukkan tren yang perlu diwaspadai. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sebanyak 185 warga terkonfirmasi terinfeksi penyakit...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER