Harga Plastik Melonjak, Pemerintah Siapkan Mitigasi untuk UMKM

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah menyoroti lonjakan harga plastik di pasar domestik yang dikeluhkan pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kenaikan harga bahan baku tersebut dinilai berkaitan erat dengan dinamika global industri petrokimia yang bersifat siklikal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa fluktuasi harga plastik tidak terlepas dari perubahan harga bahan baku yang mengikuti siklus industri petrokimia dunia. Menurutnya, karakter industri tersebut memang cenderung mengalami naik turun seiring pergerakan harga energi dan pasokan global.

- Advertisement -

“Kalau bahan baku plastik kan memang berubah harganya. Karena kalau bahan baku itu kan selalu berbasis pada siklus, terutama untuk petrokimia,” ujar Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta, dikutip Selasa (7/4/2026).

Pemerintah, lanjut Airlangga, masih terus memantau perkembangan harga bahan baku plastik di dalam negeri. Plastik sebagai komponen utama dalam kemasan produk dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan rantai distribusi barang konsumsi.

“Kalau plastik kan masuk dalam packaging plastik, ya nanti kita lihat aja,” kata Airlangga.

- Advertisement -

Sementara itu, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, mengakui kenaikan harga plastik telah menambah beban biaya produksi pelaku UMKM. Kenaikan tersebut terutama dirasakan pada kebutuhan kemasan produk yang menjadi elemen penting dalam pemasaran.

Ia menyebut pihaknya tengah menyiapkan langkah mitigasi untuk menekan dampak kenaikan biaya bahan baku. Sejumlah aspirasi dari pelaku usaha telah diterima pemerintah dan menjadi dasar penyusunan kebijakan lanjutan.

“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik. Namun, kami akan menyiapkan langkah mitigasinya,” ujar Maman di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Kementerian UMKM berencana melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Perdagangan, guna merumuskan langkah penanganan yang tepat. Namun, pembahasan kebijakan tersebut masih berada pada tahap awal sehingga rincian teknis belum dapat disampaikan.

Berdasarkan laporan di lapangan, harga plastik domestik mengalami lonjakan signifikan, berkisar antara 30 hingga 80 persen. Kenaikan ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku utama seperti nafta, yang merupakan turunan minyak bumi.

Gangguan pasokan tersebut terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Situasi ini berdampak pada distribusi bahan baku petrokimia dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Kondisi tersebut berimbas langsung pada biaya operasional UMKM yang bergantung pada kemasan plastik, sehingga berpotensi menekan margin usaha dan daya saing produk di pasar. Pemerintah menilai langkah mitigasi perlu segera disiapkan untuk menjaga keberlangsungan sektor usaha kecil di tengah tekanan biaya produksi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Perkuat Perlindungan Perempuan di Ruang Digital

JCCNetwork.id- Pemerintah menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan perempuan di ruang digital seiring meluasnya akses internet di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER