Menteri HAM Desak Polisi Usut Serangan terhadap Andrie Yunus

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengecam keras dugaan aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Pemerintah menilai tindakan kekerasan tersebut sebagai bentuk premanisme yang tidak dapat ditoleransi di negara yang menjunjung tinggi hukum dan nilai-nilai kemanusiaan.

Pigai menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi atau kekerasan terhadap masyarakat sipil merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip hak asasi manusia. Ia menilai tindakan penyiraman air keras bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga ancaman terhadap kebebasan berpendapat serta ruang demokrasi di Indonesia.

- Advertisement -

“Saya sudah kecam, tidak boleh. Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini,” tegas Pigai, Sabtu (14/3).

Menurut Pigai, Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dan keamanan. Karena itu, perbedaan pandangan maupun kritik terhadap kebijakan publik seharusnya diselesaikan melalui dialog terbuka dan mekanisme demokrasi, bukan dengan tindakan kekerasan yang mencederai nilai kemanusiaan.

“Negara ini adalah negara damai, aman, dan tidak boleh melakukan kekerasan, apalagi menyiram air keras kepada seluruh rakyat Indonesia,” jelas dia.

- Advertisement -

Ia menekankan bahwa praktik serangan fisik seperti penyiraman air keras merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Selain membahayakan keselamatan korban, tindakan tersebut juga berpotensi menciptakan rasa takut di tengah masyarakat.

Pigai menyebutkan bahwa saat ini Indonesia tengah berada dalam fase perkembangan demokrasi yang dinilai cukup positif. Namun, menurutnya, capaian tersebut dapat terancam apabila terjadi intimidasi atau kekerasan terhadap kelompok masyarakat sipil yang selama ini berperan sebagai pengawas jalannya pemerintahan.

Peristiwa yang menimpa Andrie Yunus terjadi setelah ia mengikuti kegiatan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Dugaan penyiraman air keras tersebut menyebabkan korban mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Menanggapi kejadian itu, Pigai meminta aparat kepolisian bergerak cepat mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas untuk memastikan pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mewakili pemerintah, saya prihatin dengan peristiwa ini dan tidak boleh terjadi lagi,” kata Pigai.

Selain meminta percepatan penyelidikan, Kementerian HAM juga menyatakan siap memberikan pendampingan terhadap korban. Pigai menyebut pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap penanganan kasus tersebut guna memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan adil.

Dalam waktu dekat, Pigai juga berencana menjenguk Andrie Yunus yang masih menjalani perawatan medis. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan korban sekaligus memberikan dukungan moral kepada aktivis yang selama ini aktif memperjuangkan isu hak asasi manusia.

Pemerintah berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Langkah tegas dinilai penting untuk menjaga rasa aman masyarakat sekaligus memastikan ruang demokrasi tetap terlindungi dari ancaman kekerasan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Heboh 19 Ribu Sapi Sehari Buat Program MBG, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya 

JCCNetwork.id- Jadi ceritanya begini. Bayangkan satu pagi kamu bangun, buka berita, lalu membaca angka yang bikin dahi langsung berkerut: 19 ribu ekor sapi per...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER