Pramono Tinjau Longsor Sampah Bantargebang

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi longsor tumpukan sampah di TPST Bantargebang pada Senin (9/3) pagi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan pascakejadian sekaligus melihat kondisi area yang terdampak longsor.

Dalam peninjauan tersebut, Pramono menyampaikan bahwa peristiwa longsor dipicu oleh curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Bekasi dan sekitarnya pada Minggu (8/3). Intensitas hujan yang mencapai sekitar 264 milimeter per hari membuat tumpukan sampah di area pengelolaan menjadi jenuh air dan licin sehingga memicu pergerakan material.

- Advertisement -

Menurutnya, longsor terjadi di zona 4A sekitar pukul 14.30 WIB. Material sampah yang meluncur menutup sebagian jalan operasional serta aliran Sungai Ciketing sepanjang kurang lebih 40 meter. Kondisi tersebut sempat menghambat aktivitas di sekitar lokasi.

“Peristiwa longsor tersebut di zona 4A pada pukul 14.30 diduga dipicu oleh hujan ekstrem pada hari Minggu yang menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah,” kata Pramono di Jakarta, Senin (9/3).

“Kemarin karena curah hujannya itu tinggi sekali. Kemarin itu 264 milimeter per hari. Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi di Jakarta,” lanjutnya.

- Advertisement -

Ia menambahkan, pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat untuk mengatasi dampak longsor tersebut. Salah satu tindakan yang diputuskan di lapangan adalah melakukan normalisasi Sungai Ciketing yang sempat tertutup material sampah.

Pramono menjelaskan bahwa normalisasi sungai sangat penting untuk mencegah gangguan lebih luas bagi masyarakat sekitar. Jika aliran sungai tersumbat, selain berpotensi menimbulkan banjir, akses jalan operasional di kawasan itu juga dapat terganggu.

“Di lapangan tadi saya memutuskan agar Sungai Ciketing segera dinormalisasi. Manfaatnya sangat besar bagi warga, karena jika aliran sungai tertutup, akses jalan di sekitarnya juga ikut terhambat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini tercatat empat orang meninggal dunia akibat longsor, sementara lima orang lainnya mengalami luka ringan.

Para korban luka telah mendapatkan perawatan medis dan sebagian sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Pemerintah memastikan seluruh korban memperoleh perhatian serta bantuan yang diperlukan.

Korban meninggal diketahui merupakan petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Pemerintah memastikan keluarga korban akan menerima santunan melalui program jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, biaya pengobatan bagi korban luka serta bantuan sosial untuk warga yang terdampak di sekitar lokasi juga akan ditanggung oleh pemerintah daerah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para korban.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah mengaktifkan status tanggap darurat di lokasi longsor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas di lapangan, mempercepat penanganan korban, sekaligus menstabilkan area yang terdampak agar aktivitas pengelolaan sampah dapat kembali berjalan.

Proses penanganan melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi, di antaranya Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Polda Metro Jaya, Tentara Nasional Indonesia, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, serta aparat wilayah setempat.

Untuk mendukung proses evakuasi dan pembersihan material longsor, tim di lapangan mengerahkan sedikitnya 19 unit ekskavator serta tujuh ambulans yang disiagakan di sekitar area kejadian. Alat berat tersebut digunakan untuk memindahkan tumpukan sampah sekaligus membuka kembali akses jalan operasional yang tertutup.

Pemerintah berharap proses penanganan dapat berjalan cepat sehingga risiko longsor susulan dapat diminimalkan, sekaligus memastikan operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang kembali normal dalam waktu dekat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bandingkan Bandingkan dengan Jepang-Finlandia, ERC Sebut Argumentasi Pemerintah Soal MBG Tak Relevan

JCCNetwork.id- Pembina Yayasan Edukasi Riset Cendikia (ERC), Ainur Hidayat, menyampaikan kritik tajam terhadap argumentasi pemerintah dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengujian kebijakan yang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER