JCCNetwork.id- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta seluruh aparatur Pemerintah Kota Bandung meningkatkan kinerja pada 2026 dan menjadikan berbagai persoalan sepanjang 2025 sebagai bahan evaluasi.
Permintaan itu disampaikan Farhan saat memimpin apel awal tahun kerja 2026 di Balai Kota Bandung, Senin (5/1/2026).
Farhan menegaskan, sorotan terhadap Kota Bandung saat ini semakin besar, baik dari media, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun pemerintah pusat.
Kondisi tersebut, kata dia, menuntut kinerja aparatur yang lebih terencana, antisipatif, dan kolaboratif.
“Saya pastikan tahun 2026 adalah tahun kita memberikan hasil yang lebih baik dari 2025. Tantangan memang semakin berat, tetapi kemampuan kita juga semakin tinggi,” ujar Farha
Salah satu fokus utama evaluasi adalah pengelolaan sampah.
Farhan mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Kota Bandung.
Namun, ia menyebut sejumlah langkah yang dilakukan Pemkot telah menunjukkan kemajuan.
Pada awal 2025, hampir seluruh sampah Kota Bandung dibuang ke TPA Sarimukti.
Saat ini, sekitar 20 persen atau sekitar 320 ton sampah per hari sudah dapat dikelola dan dimusnahkan melalui berbagai teknologi.
Farhan menargetkan pada Februari 2026, pengelolaan sampah dapat mencapai 30 persen atau hampir 500 ton dari total timbulan sekitar 1.500 ton per hari.
Meski demikian, ia menekankan bahwa penanganan sampah tidak memiliki solusi instan.
“Tidak ada satu solusi ajaib dalam penanganan sampah. Dibutuhkan langkah-langkah yang terstruktur dan berkelanjutan,” katanya.
Untuk memperkuat pengelolaan dari sumbernya, Pemkot Bandung akan meluncurkan program petugas pemilah dan pengolah sampah dengan penempatan satu orang di setiap RW.
Farhan meminta seluruh jajaran Pemkot mendukung penuh program tersebut.
“Pastikan kita memiliki respons yang lebih cepat terhadap laporan warga dan mampu mengantisipasi potensi permasalahan,” katanya.
Selain sampah, Farhan juga mendorong perubahan pola kerja aparatur agar tidak bersifat reaktif.
Ia meminta perangkat daerah meningkatkan kecepatan respons terhadap laporan warga serta memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).
Farhan turut menyoroti kondisi infrastruktur kota, seperti jalan rusak, drainase, penerangan jalan umum, dan trotoar.
Meski perbaikan pada 2026 akan difokuskan pada 17 ruas jalan kawasan wisata, ia memastikan wilayah lain tetap menjadi perhatian.
Menjelang puncak cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Februari 2026, Farhan juga meminta seluruh aparatur meningkatkan kesiapsiagaan.
Ia menutup arahannya dengan mengajak pegawai Pemkot Bandung meningkatkan kualitas layanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Mari kita buktikan bahwa kita adalah birokrat yang tangguh dan mampu mengelola Bandung sebagai ibu kota provinsi terbesar di Indonesia,” tuturnya.



