JCCNetwork.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Dalam laporannya, BMKG menyebutkan kondisi cuaca di kawasan tersebut diperkirakan didominasi awan tebal sepanjang hari, dengan peluang hujan yang dapat terjadi sejak pagi hingga sore.
Pada periode pagi hari, sebagian besar wilayah Jabodetabek diprakirakan berada dalam kondisi berawan tebal. Memasuki menjelang siang, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan mulai terjadi dan dapat meluas ke seluruh wilayah Jabodetabek. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya kelembapan udara serta dinamika atmosfer yang masih cukup aktif di wilayah Jawa bagian barat.
BMKG juga memprakirakan cuaca berawan tebal masih akan bertahan pada siang hingga sore hari. Meski demikian, hujan ringan masih berpeluang turun secara merata di sejumlah wilayah, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan perkembangan cuaca, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
Dari sisi suhu udara, BMKG mencatat adanya perbedaan kisaran suhu antarwilayah. Kota dan Kabupaten Bogor diperkirakan memiliki suhu relatif lebih sejuk, yakni berada pada rentang 20 hingga 28 derajat Celsius. Sementara itu, wilayah Jabodetabek lainnya, termasuk Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, diperkirakan mengalami suhu antara 24 hingga 32 derajat Celsius. Kelembapan udara di kawasan ini terpantau cukup tinggi, berkisar antara 78 hingga 98 persen.
BMKG turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan yang turun berpeluang disertai kilat atau petir serta angin kencang, khususnya pada rentang waktu pagi hingga sore hari. Wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain sebagian wilayah Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, serta Kabupaten Bogor.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini yang dikeluarkan BMKG dan mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca tersebut.













