Pemerintah Beri Remisi Khusus Napi Terdampak Banjir di Aceh dan Sumatera

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memberikan remisi karena kejadian luar biasa kepada narapidana atau warga binaan di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi darurat yang mengancam keselamatan
jiwa para penghuni lapas.Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan apresiasi khusus kepada warga binaan Lapas Aceh Tamiang yang terpaksa dikeluarkan sementara akibat banjir bandang.

- Advertisement -

Menurutnya, para narapidana tersebut justru terlibat aktif membantu proses evakuasi dan penanganan warga terdampak bencana.

 

“Kami mendapat laporan bahwa warga binaan yang dikeluarkan dari Lapas Aceh Tamiang turut berkontribusi membantu masyarakat saat bencana. Saat ini, biarkan mereka membantu keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).

- Advertisement -

Agus menjelaskan, pemberian remisi atas kejadian luar biasa memiliki dasar hukum yang jelas, yakni Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

Kebijakan serupa, kata dia, juga pernah diterapkan pada bencana besar sebelumnya, seperti gempa dan tsunami Aceh-Nias melalui Keppres Nomor 21 Tahun 2005 serta gempa Sulawesi Tengah melalui Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 31 Tahun 2019.

 

Selain remisi bagi warga binaan, Kemenimipas juga memberikan apresiasi kepada jajaran pegawai pemasyarakatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tetap menjalankan tugas pelayanan publik di tengah situasi bencana dan masa pemulihan.

Penghargaan akan diberikan berdasarkan kinerja dan dedikasi, mulai dari mutasi, kesempatan pendidikan, promosi jabatan, hingga pengusulan tanda jasa.

“Penghargaan bisa dalam berbagai bentuk, sesuai dengan capaian dan dedikasi mereka selama bertugas di tengah bencana,” kata Agus.

Sementara itu, banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pekan lalu menyisakan kisah dramatis bagi banyak warga, termasuk aparatur negara.

Hakim Pengadilan Negeri Aceh Tamiang, Kisty Widyastuti, menceritakan pengalamannya terjebak banjir selama tiga hari dua malam akibat luapan air yang melumpuhkan kawasan tersebut.

 

Kisty mengungkapkan, hujan deras telah mengguyur sejak awal kedatangannya di Aceh Tamiang. Kondisi yang semula dikira banjir biasa berubah menjadi situasi darurat ketika air dengan cepat merendam kantor dan rumah dinas.

Upaya evakuasi yang dilakukan bersama rekan-rekannya terhambat karena arus deras dan ketinggian air yang terus meningkat.

Dalam kondisi tersebut, bantuan justru datang dari pihak yang tidak ia sangka.

Sejumlah warga binaan yang sebelumnya dikeluarkan dari lapas mendekati Kisty dan rombongan, lalu membantu mengarahkan mereka menuju jalur evakuasi yang lebih aman.

Salah satu di antaranya merupakan terpidana kasus pencurian yang pernah ia vonis beberapa bulan sebelumnya.

 

Meski sempat diliputi rasa khawatir, Kisty mengaku terharu melihat ketulusan warga binaan tersebut yang tetap memberikan pertolongan hingga memastikan mereka tiba di lokasi evakuasi.

Namun, kondisi air yang semakin meninggi memaksa Kisty bersama puluhan warga lainnya bertahan di sebuah ruko selama beberapa hari dengan keterbatasan logistik.

 

Setelah banjir mulai surut, Kisty dan rombongan akhirnya berhasil dievakuasi melalui jalur darat dan laut hingga kembali ke Medan.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran berharga tentang solidaritas dan kemanusiaan yang muncul di tengah bencana.

“Di situ saya melihat, dalam kondisi sesulit apa pun, masih ada ketulusan dan kepedulian antar sesama,” ujarnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemotor Tewas dalam Kecelakaan di Daan Mogot

JCCNetwork.id-Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Daan Mogot, dekat persimpangan lampu merah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER