Pemakaman Muslim di Sydney Dinodai Kepala Babi Usai Penembakan Massal Bondi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Sebuah pemakaman Muslim di wilayah barat daya Sydney, Australia, menjadi sasaran aksi penodaan tak lama setelah insiden penembakan massal yang mengguncang kawasan Pantai Bondi pada Minggu petang.

Aksi tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan antarumat beragama di tengah situasi yang masih sensitif.

- Advertisement -

Dalam peristiwa penembakan massal di Bondi, tercatat 16 orang meninggal dunia, termasuk salah satu pelaku. Dua orang yang terlibat dalam serangan tersebut diketahui bernama Naveed Akram (24) dan Sajid Akram (50), ayah dan anak asal Pakistan.

Sajid Akram tewas dalam baku tembak dengan polisi, sementara Naveed Akram berhasil diamankan dalam kondisi terluka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pasca kejadian yang oleh pemerintah Australia dikategorikan sebagai aksi terorisme itu, sebuah pemakaman Muslim di kawasan Narellan, Sydney Barat Daya, dilaporkan dinodai dengan potongan kepala dan bagian tubuh babi yang diletakkan di area pintu masuk makam. Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Senin pagi (15/12/2025).

- Advertisement -

 

Polisi New South Wales menyatakan menerima laporan sekitar pukul 06.00 waktu setempat terkait penemuan tersebut di pemakaman yang berlokasi di Richardson Road.

Petugas yang mendatangi lokasi menemukan sejumlah potongan kepala babi berserakan di area pemakaman. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan segera memulai penyelidikan.

 

“Barang bukti telah disingkirkan dan ditangani sesuai prosedur. Penyelidikan masih berlangsung,” demikian keterangan resmi kepolisian setempat.

Daging babi diketahui merupakan makanan yang diharamkan dalam ajaran Islam dan dianggap najis, sehingga tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap umat Muslim. Dalam ajaran Yahudi, babi juga tergolong non-kosher atau tidak layak dikonsumsi.

Di tengah situasi tersebut, sebuah foto lama yang memperlihatkan Naveed Akram bersama Sheikh Adam Ismail, pimpinan Institut Al-Murad, kembali beredar luas di media sosial. Foto bertanggal Februari 2022 itu memicu spekulasi publik.

Menanggapi hal tersebut, Sheikh Adam Ismail menegaskan bahwa hubungannya dengan Akram sangat terbatas dan hanya sebatas kegiatan pendidikan keagamaan.

“Terakhir kali saya berinteraksi dengannya adalah awal 2022. Kami hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur’an, tidak lebih dari itu,” ujar Ismail kepada media.

Ismail juga mengaku terpukul atas tragedi di Bondi dan menyebut keluarganya menjadi sasaran intimidasi serta ancaman setelah foto tersebut viral. Ia mengatakan terpaksa mengungsi dan meminta perlindungan aparat kepolisian demi keselamatan keluarganya.

Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu maupun rumor yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa aparat tengah bekerja secara menyeluruh untuk mengusut semua insiden yang terjadi.

“Saya meminta masyarakat menahan diri dan tidak melakukan tindakan balasan. Polisi telah bertindak cepat dan akan terus memberikan pembaruan seiring perkembangan penyelidikan,” tegas Lanyon.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pramono Ingatkan ASN DKI Bijak Bermedsos

JCCNetwork.id- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk lebih berhati-hati dan bijaksana...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
RUU Perampasan Aset Harus Bisa Sita Hasil Kejahatan dari Penipuan Umrah Hingga Arisan Bodong
11:26
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya #shorts #trending
01:47
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya
10:33
Video thumbnail
Emak Emak Curhat ke Menteri Gegara Notaris Diduga Terbitkan 21 Surat Tanpa Saksi
09:59
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER