Upah Minimum Indonesia Masih Tertinggal dari Negara Lain

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Persoalan upah minimum masih menjadi tantangan di Indonesia.

Sejumlah pekerja menilai penghasilan yang diterima belum mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup.

- Advertisement -

Data menunjukkan adanya kesenjangan upah antardaerah.

Di wilayah industri seperti Bekasi dan DKI Jakarta, upah minimum bulanan berada di kisaran Rp 5,3 juta hingga Rp 5,6 juta.

Sementara itu, pekerja di sejumlah daerah lain, seperti Kabupaten Banjarnegara dan Sragen, hanya menerima gaji sekitar Rp 1,95 juta hingga Rp 2,05 juta per bulan.

- Advertisement -

Perbedaan tersebut mendorong masyarakat membandingkan tingkat upah di Indonesia dengan negara lain.

Hasil riset perusahaan payroll asal Inggris, Moorepay, mencatat adanya sejumlah negara dengan upah minimum tertinggi di dunia yang dinilai mampu memberikan tingkat kesejahteraan lebih baik bagi pekerja.

Dalam laporan tersebut, Belanda menempati posisi teratas sebagai negara dengan upah minimum tertinggi secara global.

Moorepay menghitung upah minimum tahunan dengan mengonversi seluruh mata uang ke dalam dolar Amerika Serikat (AS).

Meski menggunakan mata uang euro yang sama, upah minimum tahunan Luxembourg sebenarnya lebih kecil dibanding Belanda jika dihitung berdasarkan metode konversi Moorepay.

Upah minimum di Luxembourg tercatat sebesar 32.445 euro atau sekitar Rp 633 juta per tahun.

Federasi Serikat Buruh Belanda (FNV) menilai upah minimum di negaranya masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan hidup.

Namun, jika dibandingkan dengan Indonesia, upah minimum Belanda tercatat sekitar 195 kali lipat lebih besar dari rata-rata upah pekerja Indonesia pada 2025 yang berada di angka Rp 3,3 juta per bulan.

Adapun daftar negara dengan upah minimum tertinggi per tahun berdasarkan riset Moorepay adalah sebagai berikut:

1. Belanda: 38.810 dolar AS (Rp 645 juta)
2. Australia: 37.895 dolar AS (Rp 630 juta)
3. Luxembourg: 37.198 dolar AS (Rp 618 juta)
4. Inggris: 36.589 dolar AS (Rp 608 juta)
5. Jerman: 36.369 dolar AS (Rp 605 juta)
6. Irlandia: 36.055 dolar AS (Rp 599 juta)
7. Prancis: 34.481 dolar AS (Rp 573 juta)
8. Belgia: 34.397 dolar AS (Rp 572 juta)
9. Selandia Baru: 32.845 dolar AS (Rp 546 juta)
10. Kanada: 32.322 dolar AS (Rp 537 juta)
Di sisi lain, Moorepay juga mencatat negara-negara dengan upah minimum terendah di dunia yang seluruhnya berada di kawasan Afrika.

Gambia tercatat sebagai negara dengan upah minimum terendah, yakni 778 dolar AS atau sekitar Rp 12,9 juta per tahun.

Sementara itu, Senegal menjadi negara dengan upah minimum tertinggi di Afrika, dengan nilai 8.332 dolar AS atau setara Rp 138 juta per tahun.

Berikut daftar negara dengan upah minimum terendah:

1. Sierra Leone: 2.002 dolar AS (Rp 33,3 juta)
2. Republik Afrika Tengah: 1.759 dolar AS (Rp 29,2 juta)
3. Ghana: 1.572 dolar AS (Rp 26,1 juta)
4. Uganda: 1.285 dolar AS (Rp 21,3 juta)
5. Gambia: 778 dolar AS (Rp 12,9 juta)

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Trump Pertimbangkan Perpanjangan Operasi Militer ke Iran

JCCNetwork.id- Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan mengajukan permohonan perpanjangan waktu kepada Kongres guna melanjutkan operasi militer terhadap Iran, menjelang berakhirnya batas 60...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER