Usai Dapat Abolisi, Tom Lembong Laporkan Majelis Hakim ke KY dan MA

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Mantan Menteri Perdagangan, Tom Lembong, mendatangi kantor Komisi Yudisial (KY) pada Senin (11/8) pagi untuk menindaklanjuti laporan terkait tiga hakim yang menangani perkaranya.

Kedatangan Tom didampingi oleh sejumlah kuasa hukumnya sekitar pukul 09.55 WIB di Gedung KY.

- Advertisement -

“Menindak lanjuti laporan kami ke Komisi Yudisial. Mengenai kekhawatiran proses sidang terutama perilaku para hakim ya majelis hakim,” kata Tom Lembong kepada wartawan sebelum masuk ke kantor KY.

Tom menegaskan bahwa pemberian abolisi kepadanya harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai momentum untuk memperbaiki proses hukum di Indonesia.

“Ya, supaya bersama sama kita bisa memanfaatkan momentum dari abolisi ini untuk mendorong perbaikan yang dapat kita dorong. Sayang kan kalau momentum ini tidak dimanfaatkan untuk kebaikan bersama ya,” katanya.

- Advertisement -

Tom Lembong sebelumnya divonis hukuman 4 tahun 6 bulan penjara atas tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 194,72 miliar.

Selain itu, ia juga dijatuhi denda sebesar Rp 750 juta, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama 6 bulan.

Namun pada 1 Agustus 2025, Tom Lembong resmi dibebaskan dari Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta, setelah menerima abolisi dari Presiden Prabowo Subianto.

Setelah menerima abolisi tersebut, Tom melaporkan tiga hakim yang menyidangkan perkaranya ke Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial.

Ketiga hakim tersebut adalah Hakim Ketua Dennie Arsan Fatrika dan Hakim Anggota Alfis Setyawan serta Purwanto S Abdullah.

Langkah ini diambil Tom sebagai upaya untuk mengawal proses hukum yang dianggapnya tidak berjalan adil dan untuk mendorong transparansi serta akuntabilitas dalam lembaga peradilan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gempa Pagi Hari di Bali, BMKG Imbau Waspada Susulan

JCCNetwork.id- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,8 mengguncang wilayah Bali pada Kamis pagi, 23 April 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.34 WIB dan sempat...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER