DPR Desak Tindakan Tegas atas Serangan KKB

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi penyerangan terhadap tenaga pendidik di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Akibat serangan tersebut, satu orang guru tewas, sementara tiga lainnya mengalami luka berat.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menegaskan bahwa negara harus segera mengambil tindakan tegas terhadap KKB yang terus meneror masyarakat. Menurutnya, serangan terhadap tenaga pendidik dan kesehatan merupakan bentuk teror yang bertujuan menciptakan ketakutan serta menghambat pembangunan sumber daya manusia di Papua.

- Advertisement -

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang seharusnya dilindungi, bukan menjadi korban kekerasan. Negara tidak boleh diam, tindakan tegas harus segera dilakukan untuk menumpas kelompok ini,” kata Hasanuddin dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan bahwa KKB telah berkembang dari kelompok separatis biasa menjadi kelompok teroris yang mengancam keutuhan bangsa. Oleh karena itu, ia mendesak aparat keamanan untuk segera mengambil langkah cepat dan terukur guna memastikan keamanan di wilayah tersebut.

“Kita harus melihat ini sebagai ancaman serius terhadap keutuhan bangsa. Aparat keamanan harus segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk memastikan keamanan di wilayah tersebut serta menindak tegas para pelaku,” ujarnya.

- Advertisement -

Sebelumnya, Kapolres Yahukimo AKBP Heru Hidayanto membenarkan adanya laporan penyerangan tersebut. Insiden itu terjadi pada Jumat (21/3) sekitar pukul 16.00 WIT ketika KKB melintas dan menyerang tenaga pendidik yang sedang bertugas.

Serangan ini mengakibatkan delapan korban, dengan rincian satu orang meninggal dunia, tiga mengalami luka berat, dan empat lainnya luka ringan. Korban yang tewas adalah Rosalia Rerek Sogen. Sementara itu, tiga korban luka berat yakni Doinisiar Taroci More, Vantiana Kambu, dan Paskalia Peni Tere Liman. Empat korban luka ringan adalah Fidelis De Lena, Kosmas Paga, Penus Lepi, dan Irawati.

Dua warga asli Yahukimo yang juga menjadi korban memilih tidak dievakuasi karena permintaan sendiri. Mereka adalah Lenike Saban dan Erens, yang dilaporkan dalam kondisi aman.

Menanggapi insiden ini, Hasanuddin menekankan pentingnya strategi keamanan yang lebih efektif dan terintegrasi di Papua, termasuk memperkuat pengamanan di daerah rawan serta memastikan perlindungan bagi tenaga pendidik dan masyarakat sipil.

“Saya meminta pemerintah mempercepat upaya penegakan hukum dan memberikan perhatian khusus kepada keluarga para korban. Kita tidak boleh membiarkan para pelaku ini terus meneror rakyat Papua dan mengganggu stabilitas nasional,” katanya.

Hingga saat ini, aparat keamanan masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pramono Tekankan Pembangunan Jakarta Berbasis Wilayah

JCCNetwork.id- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menekankan pentingnya pendekatan pembangunan berbasis kewilayahan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Arahan tersebut...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER