Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Blora

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang menewaskan Muslikin (45) dan anaknya, warga Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pelaku ditangkap di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Selasa (25/2).

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, mengungkapkan bahwa pihaknya menerjunkan lima anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) untuk memburu dan menangkap pelaku. Saat ini, pelaku dalam perjalanan menuju Blora untuk menjalani proses penyidikan.

- Advertisement -

“Kami menangkap terduga pelaku pada Selasa (25/2) di Kota Samarinda,” kata Wawan, Rabu.
Dia mengatakan pelaku saat ini dalam perjalanan menuju Blora.

“Pelaku masih ada hubungan keluarga dengan korban. Selanjutnya akan dilakukan proses penyidikan,” kata Wawan.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat (21/2) sekitar pukul 19.30 WIB di rumah korban. Muslikin dan anaknya diduga meninggal akibat keracunan air yang telah bercampur dengan racun gulma.

- Advertisement -

Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika putri korban berinisial S (9) menangis histeris dan meminta pertolongan warga di tepi jalan. Istri korban, Maspupah, juga berteriak meminta bantuan setelah menemukan suaminya tergeletak di teras rumah dengan mulut berbusa.

“Warga sekitar memang mendatangi rumah korban. Muslikin diketahui sudah tergeletak dengan mulut berbusa di teras rumah,” kata Kapolsek Ngawen AKP Lilik Eko Sukaryono.

Tak lama setelah kejadian, kondisi putri korban, S, juga memburuk. Diduga, ia sempat diberikan air dari botol mineral yang mengandung racun gulma oleh ibunya yang panik. Korban S kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat, tetapi nyawanya tidak tertolong.

“Tak berselang lama putri korban berinisial S terlihat lemas,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, petugas mendapati adanya busa yang keluar dari mulut korban, menguatkan dugaan keracunan sebagai penyebab kematian.

“Seusai minum air dalam botol mineral, korban S semakin memburuk kondisinya, hingga harus dilarikan ke Puskesmas terdekat. Namun, nyawa korban tidak terselamatkan,” ujarnya.

Korban Muslikin meninggal di lokasi kejadian, sedangkan anaknya meninggal di Puskesmas yang diduga karena keracunan racun gulma.

“Dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun, dari mulut keluar busa,” ujarnya.

Saat ini, pihak kepolisian terus mendalami kasus ini untuk mengungkap motif pelaku dalam melakukan aksi keji tersebut.

Kasus ini masih dalam penanganan Polres Blora. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penyelidikan kepada pihak berwenang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Anak Krakatau Tetap Siaga

JCCNetwork.id — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah berakhir pada Minggu (6/9/2026)...

Rupiah Melemah ke Rp17.622

Garuda Muda Puncaki Grup H

Kekeringan Ekstrem Landa Pati

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Rupiah Melemah ke Rp17.622

BGN Soroti Kelalaian SPPG Sidoarjo

Kekeringan Ekstrem Landa Pati

KPK Periksa Dirut PT MSA