JCCNetwork.id-Setelah melewati periode yang penuh lika-liku akibat cedera, Neymar resmi mengakhiri masa baktinya bersama klub Arab Saudi, Al-Hilal. Keputusan ini diambil bersama antara sang bintang Brasil dan pihak klub, hanya 18 bulan sejak Neymar bergabung pada Agustus 2023.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis melalui media sosial, Al-Hilal mengucapkan terima kasih atas kontribusi Neymar selama berada di klub. “Klub menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Neymar atas apa yang telah ia berikan sepanjang kariernya bersama Al-Hilal dan mendoakan pemain tersebut agar sukses dalam kariernya,” tulis pihak klub.
Namun, perjalanan Neymar bersama Al-Hilal jauh dari kata mulus.
Pemain berusia 32 tahun itu hanya tampil dalam tujuh pertandingan sejak kedatangannya, meskipun dirinya menerima gaji fantastis sebesar USD 104 juta per tahun. Kehadiran Neymar di Al-Hilal sempat menjadi sorotan dunia sepak bola, mengingat statusnya sebagai salah satu pemain termahal sepanjang sejarah.
Karier Neymar selalu dihiasi dengan angka-angka fantastis. Pada 2017, ia mencetak sejarah sebagai pemain dengan transfer termahal dunia, ketika Paris Saint-Germain (PSG) memboyongnya dari Barcelona dengan biaya EUR 220 juta (sekitar USD 230 juta). Setelah enam tahun di PSG dan lima gelar Ligue 1, Neymar mengikuti jejak Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema menuju liga Saudi.
Bersama Al-Hilal, Neymar diharapkan menjadi bintang utama, namun nasib berkata lain. Hanya dua bulan setelah debutnya di Riyadh, ia mengalami cedera ligamen lutut kiri saat membela Brasil dalam kualifikasi Piala Dunia pada Oktober 2023.
Cedera itu memaksa Neymar absen panjang hingga hampir setahun.
Setelah pulih, Neymar sempat kembali ke lapangan pada Oktober dan November 2024. Namun, penampilannya tidak berlangsung lama.
Cedera hamstring yang ia alami membuatnya kembali absen hingga awal 2025. Pelatih Al-Hilal, Jorge Jesus, bahkan mengakui bahwa kondisi Neymar membuat sulit untuk mengandalkannya. “Ia tidak bisa lagi bermain di level yang biasa kami mainkan. Sayangnya, keadaan menjadi sulit baginya,” ujar Jesus.
Meski terus dihantam cedera, Neymar belum menyerah pada ambisinya. Ia sempat mengutarakan niatnya untuk tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Neymar menganggap ajang tersebut sebagai kesempatan terakhirnya untuk bersinar di panggung dunia.
Namun, dengan berakhirnya kontraknya bersama Al-Hilal, masa depan Neymar menjadi sorotan. Kabar terbaru menyebutkan bahwa sang bintang kemungkinan besar akan kembali ke Brasil untuk bergabung dengan klub lamanya, Santos. Jika benar, ini akan menjadi perjalanan emosional bagi Neymar, yang mengawali kariernya di klub tersebut sebelum menjadi megabintang dunia.
Karier Neymar di dunia sepak bola tak lepas dari label pewaris legenda Brasil, Pele. Bersama Santos, Neymar mencetak 107 gol dalam 177 penampilan, sebelum bergabung dengan Barcelona pada 2013. Di klub Spanyol itu, ia membentuk trio maut bersama Lionel Messi dan Luis Suarez, yang sukses membawa Barcelona meraih Liga Champions 2015.
Prestasi Neymar tak berhenti di level klub. Pada Olimpiade Rio 2016, ia menjadi pahlawan Brasil dengan mencetak gol penalti kemenangan yang membawa timnya meraih medali emas sepak bola putra.
Kepindahannya ke PSG pada 2017 mencetak sejarah baru dalam dunia transfer pemain.
Di klub Prancis itu, Neymar kembali bermain bersama Messi, namun kolaborasinya bersama Kylian Mbappe tidak berjalan sesuai harapan. Ketegangan internal di tim membuat Neymar akhirnya meninggalkan PSG dan mencoba peruntungan di Arab Saudi.
Sayangnya, perjalanan Neymar di Al-Hilal berakhir dengan antiklimaks. Cedera panjang yang terus menghantui membuat kariernya bersama klub Saudi ini jauh dari harapan. Kini, dengan status tanpa klub, Neymar berpeluang mengakhiri kariernya di tanah kelahirannya, Brasil.
Apakah Neymar masih mampu menunjukkan sinarnya di usia yang tak lagi muda? Ataukah kisahnya akan menjadi pelajaran bagi para pemain muda tentang tekanan besar di dunia sepak bola? Hanya waktu yang akan menjawab.



