JCCNetwork.id- Kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/1) dini hari. Insiden tersebut menghanguskan 543 rumah dan memaksa lebih dari 1.700 warga dari 607 kepala keluarga (KK) mengungsi di tengah ancaman cuaca buruk musim hujan.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyoroti pentingnya mitigasi bencana untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana, terutama di kawasan padat penduduk,” tulis Gibran seperti disampaikan dalam keterangan video melalui akun resmi Instagramnya @gibran_rakabuming yang diunggah Rabu.
Gibran turun langsung ke lokasi kejadian dan mengunjungi posko pengungsian di lapangan Polres Metro Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, ia berdialog dengan warga terdampak untuk mendengarkan keluhan mereka secara langsung. Ia juga meninjau lokasi kebakaran di Jalan Kemayoran Gempol No.30 7, RT.7/RW.8, Kecamatan Kemayoran, serta posko pengungsian lainnya di Mushola Al Mu’awwanah.
Gibran menyampaikan bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto, telah menginstruksikan agar pemerintah bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada para korban.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah terus memantau kondisi warga terdampak dan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk menyediakan tempat pengungsian yang layak. Gibran menekankan perlunya koordinasi aktif antara pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan bencana.
“Pemerintah daerah dan instansi terkait juga saya harap dapat berkoordinasi aktif dan memastikan penanganan bencana, sanitasi yang memadai, pasokan logistik, serta kelayakan fasilitas untuk menjadi prioritas,” tulis Gibran.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.15 WIB itu diduga dipicu korsleting listrik di salah satu rumah warga. Api dengan cepat menyebar karena kondisi permukiman yang padat dan banyaknya bahan mudah terbakar di sekitar lokasi. Tim pemadam kebakaran memerlukan waktu berjam-jam untuk mengendalikan api.
Saat ini, para pengungsi tinggal di beberapa lokasi darurat, seperti tenda pengungsian dan mushola, sambil menunggu bantuan lebih lanjut. Beberapa warga mengeluhkan minimnya fasilitas sanitasi dan perlengkapan kebutuhan harian di posko pengungsian.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya upaya mitigasi bencana di kawasan padat penduduk. Pemerintah diharapkan tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek tetapi juga merancang solusi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa di masa depan.



