JCCNetwork.id-Jembatan Sungai Ranu yang terletak di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, runtuh pada Senin (30/12/2024).
Kepala Desa Cilapar, Somlikhun, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah di hulu sungai menjadi salah satu penyebab utama runtuhnya jembatan tersebut.
“Jembatan Sungai Ranu kini telah runtuh.
Runtuhnya jembatan ini disebabkan salah satunya karena adanya tumpukan sampah baik kayu maupun ranting bambu di hulu jembatan.
Sehingga saat hujan debit air meningkat sampah ini terdorong air dan mengakibatkan jembatan runtuh,” katanya dikutip.
Kodim 0702/Purbalingga Turun Tangan
Menanggapi kejadian ini, Komando Distrik Militer (Kodim) 0702/Purbalingga langsung bergerak.
Dipimpin Dandim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Untung Iswahyudi, satu SST pasukan bersama anggota Polres, BPBD, Baznas, Pramuli, masyarakat, dan relawan melakukan pembersihan di hulu Sungai Ranu.
“Intensitas hujan merata masih tinggi terjadi di sebagian besar wilayah Purbalingga, karenanya untuk mencegah terjadinya bencana susulan atau lainnya kami segera bertindak,” ungkapnya.
Dandim juga berharap upaya ini dapat membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian alam.
“Melalui upaya ini diharapkan dapat terbangun kesadaran masyarakat guna menjaga kebersihan dan kelestarian alam agar tidak terjadi bencana alam serupa,” jelasnya.
Sungai Ranu Kembali Lancar, Warga Minta Perhatian Pemerintah
Setelah tumpukan sampah berhasil dibersihkan, aliran Sungai Ranu kini kembali lancar.
Namun, runtuhnya jembatan telah memutus akses vital warga Cilapar ke desa-desa lain.
Bariyanto, seorang warga Desa Cilapar, berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan tersebut.
“Aliran Sungai Ranu kini telah lancar kembali, kami sebagai warga berharap segera ada tindak lanjut dari pemerintah membangun jembatan ini lagi karena ini adalah salah satu akses vital masyarakat Cilapar menuju desa lain,” imbuhnya.
Keruntuhan Jembatan Sungai Ranu menjadi peringatan penting akan bahaya sampah di lingkungan sungai, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah daerah untuk segera memberikan solusi terhadap permasalahan infrastruktur yang vital bagi masyarakat.



