JCCNetwork.id- Dalam dunia politik Indonesia, drama tak pernah berhenti. Pilkada 2024 menghadirkan kisah yang penuh liku, terutama di Jakarta dan Jawa Tengah, di mana nasib para calon masih menjadi misteri besar. Isu seputar pencalonan Anies Baswedan dan Kaesang Pangarep memanaskan panggung politik, sementara partai-partai besar terus meracik strategi demi meraih kemenangan.
Anies Baswedan di Ujung Tanduk?
Pertanyaan terbesar adalah, apakah PDIP akan mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon gubernur di Pilkada Jakarta 2024? Hingga kini, kepastian itu masih mengambang di udara. Pengamat politik pun tak tinggal diam, menyarankan Anies untuk segera bertemu Megawati Soekarnoputri, mengikuti jejak Edy Rahmayadi yang berhasil menaklukkan hati sang ketua umum. Bahkan, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, ikut mendesak PDIP agar segera mencalonkan Anies sebagai calon gubernur DKI.
Namun, di sisi lain, PAN justru berdiri teguh di belakang Ridwan Kamil dan Suswono, menyatakan dukungan penuh meski revisi UU Pilkada gagal disahkan DPR. Ridwan Kamil, atau yang akrab disapa RK, dengan tenang menyambut putusan Mahkamah Konstitusi terkait ambang batas pencalonan kepala daerah. Baginya, putusan itu membuka pintu bagi lebih banyak calon untuk bertarung di Pilkada mendatang.
Harapan Kaesang Pangarep Masih Terbuka
Beranjak ke Jawa Tengah, drama Pilkada semakin intens. Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, harus menelan pil pahit setelah Partai Gerindra memutuskan untuk mengusung pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen sebagai calon gubernur dan wakil gubernur di provinsi tersebut. Meski demikian, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, memberikan secercah harapan. Menurutnya, jika hingga 27 Agustus 2024 PKPU baru belum ditetapkan, Kaesang masih punya peluang untuk maju dengan menggunakan PKPU lama yang mengacu pada putusan Mahkamah Agung.
Khofifah-Emil di Ujung Tangan
Sementara itu, di Jawa Timur, peta politik juga tak kalah seru. Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, sebagai petahana, tengah bersiap mendaftar ke KPUD Provinsi Jawa Timur pada 28 Agustus 2024. Kabar terbaru, pasangan ini telah menerima surat rekomendasi B1KWK dari Partai Gerindra, memperkuat posisi mereka di kontestasi Pilkada. Namun, lawan mereka dari koalisi PKB dan PDIP masih tampak samar. Wakil Ketua DPD PDIP Jatim, Budi Sulistyono, menyatakan bahwa dalam waktu dekat, PDIP akan menyiapkan kader internal untuk diusulkan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, mengingat waktu pendaftaran yang semakin mepet.
Drama Pilkada 2024 ini memang penuh kejutan. Dari Jakarta hingga Jawa Timur, para calon harus siap menghadapi berbagai kemungkinan di tengah panggung politik yang terus bergerak dinamis. Bagaimana nasib Anies, Kaesang, dan Khofifah di Pilkada kali ini? Kita tunggu babak selanjutnya.



