JCCNetwork.id- Situasi politik Jakarta semakin mendidih jelang pendaftaran Pilkada 2024. Di tengah gegap gempita persiapan, Ridwan Kamil-Suswono telah resmi mendapatkan dukungan dari koalisi gemuk KIM Plus, yang terdiri dari 12 partai besar. Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PSI, Gelora, Garuda, PKS, PKB, NasDem, PPP, hingga Perindo bersatu mendukung pasangan ini, menciptakan dinamika politik Jakarta yang semakin panas dan menarik untuk diikuti.
Namun, di balik kemeriahan deklarasi ini, PDIP dan Anies Baswedan justru tampak tersudut. Solidnya dukungan kepada Ridwan Kamil membuat peluang PDIP untuk mengusung Anies di Pilkada Jakarta 2024 semakin tipis. PDIP kini dihadapkan pada dilema besar: mencari teman koalisi yang mampu menghadapi kekuatan besar KIM Plus, atau mereka harus puas menjadi penonton di pinggir lapangan.
Di sisi lain, pasangan Dharma Pongrekun dan Kun Wardana muncul bak kuda hitam yang tak terduga. Mereka berhasil memenuhi syarat sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur melalui jalur independen. Langkah berani ini mengejutkan banyak pihak dan menambah warna dalam persaingan Pilkada Jakarta. Apakah mereka mampu mencuri perhatian rakyat Jakarta? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Pilkada Jateng
Dari Jawa Tengah, kabar tak kalah mengejutkan datang. DPP Partai Nasdem telah resmi mengeluarkan surat rekomendasi dukungan kepada mantan Kapolda Jateng Komjen Ahmad Lutfi sebagai calon gubernur, yang akan berpasangan dengan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Duet yang tak terduga ini diprediksi akan menambah bumbu persaingan di Pilgub Jateng 2024.
Namun, pengamat politik IPO, Dedi Kurnia, menilai bahwa sosok yang paling tepat diusung PDIP di Pilgub Jateng adalah Kepala LKPP Hendrar Prihadi, atau yang lebih dikenal dengan Hendi, ketimbang nama-nama lain seperti Andika Perkasa. PDIP kini dihadapkan pada pilihan krusial: apakah akan mendengarkan suara rakyat atau tetap pada preferensi partai?
Pilkada Jatim
Di Jawa Timur, suhu politik juga kian memanas. Tri Rismaharini, yang digadang-gadang akan diusung PDIP, tampaknya masih ragu menentukan langkah. Meski banyak yang memprediksi dia akan berhadapan dengan Khofifah, Risma sendiri mengaku menyerahkan nasibnya kepada mekanisme partai. Nasibnya di Pilkada Jatim kini sepenuhnya berada di tangan PDIP.
Pilkada Banten
Dari Banten, kabar yang mengejutkan datang. Golkar memberikan sinyal tidak akan mengusung Airin di Pilgub Banten, sebuah keputusan yang tentu akan mengubah strategi dan dinamika Pilkada di sana. Lalu bagaimana langkah Airin selanjutnya? Tampaknya, persaingan politik di Banten baru saja dimulai.



