JCCNetwork.id- Pergerakan negatif rupiah tengah menjadi sorotan di tengah ketidakpastian nilai tukar mata uang global.
Melansir pemberitaan, pada pukul 09.20 WIB, rupiah di pasar spot exchange mencapai Rp 15.552 per dolar AS, mengalami pelemahan sebesar 2,5 poin (0,02%) dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, seperti yang dilaporkan oleh data Bloomberg.
Sementara itu, yen Jepang mengalami pelemahan sebesar 0,14 poin (0,1%) di pasar spot exchange, mencapai 145,0 yen per dolar AS dibandingkan dengan sesi perdagangan sebelumnya. Dolar Hong Kong, sebaliknya, menguat sebesar 0,003 (0,03%) mencapai 7,8 per dolar AS.
Di sektor Asia lainnya, won Korea mengalami penurunan sebesar 4,5 poin (0,35%) menjadi 1.318 won per dolar AS, sementara rupee India menguat sebesar 0,10 poin (0,13%) menjadi 82,9 rupee per dolar AS. Yuan Tiongkok juga mengalami pelemahan sebesar 0,006 poin (0,09%), mencapai 7,1 yuan per dolar AS.
Dolar Singapura, pada pagi ini, ditransaksikan dengan pelemahan sebesar 0,0002 (0,01%) menjadi 1,33 per dolar AS. Sementara itu, peso Filipina menguat sebesar 0,04 (0,07%) menjadi 55,8 peso per dolar AS. Ringgit Malaysia mengalami pelemahan sebesar 0,004 poin (0,1%) menjadi 4,6 ringgit per dolar AS, sementara baht Thailand menguat 0,04 poin (0,13%) menjadi 34,8 baht per dolar AS.
Kondisi ini menunjukkan ketidakstabilan mata uang regional di tengah berbagai faktor ekonomi global yang mempengaruhi nilai tukar. Pelaku pasar dan analis ekonomi diharapkan memperhatikan dengan cermat pergerakan mata uang untuk merespons potensi dampaknya terhadap kondisi ekonomi nasional.



