JCCNetwork.id- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat letusan baru-baru ini yang mengeluarkan abu vulkanik setinggi 1.200 meter dari Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ibu, Efrita Lusy Andriany Saragih, mengungkapkan bahwa letusan terjadi pada pukul 11.17 WIT, dan terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter serta durasi 90 detik.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara,” kata Efrita, Kamis (7/11/2023).
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Ibu saat ini masih berstatus level II atau siaga terkait kebencanaan vulkanik.
Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 2,0 kilometer, sementara perluasan sektoral diwajibkan hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
Dalam kondisi hujan abu, disarankan agar masyarakat yang berada di luar rumah menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan mata (kacamata).
Sejak awal tahun hingga 7 Desember 2023, Gunung Ibu telah mencatat 60 letusan. Gunung ini merupakan gunung api tipe strato volcano dengan ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut, terletak di barat laut Pulau Halmahera, Maluku Utara.
Puncak gunung ini merupakan kawah vulkanik dengan pusat kawah lebar 1 kilometer dan kedalaman 400 meter, sementara bagian luar memiliki lebar 1,2 kilometer.



