Mengetuk Hati Lembaga Survei dan Memaknai Seruan Pemilu Damai

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Ketua Badan Pengurus SETARA Institute & Dosen Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Ismail Hasani mengatakan, survei adalah instrumen pengetahuan dan teknologi penyerap aspirasi masyarakat yang sudah sejak lama dipraktikkan dalam negara demokratis, termasuk di Indonesia.

Survei juga telah menghubungkan aspirasi publik yang tersumbat dengan para pengambil kebijakan negara, yang selama ini seringkali barjarak.

- Advertisement -

Oleh karenanya survei adalah bentuk kebebasan berekspresi, berpendapat dan kebebasan akademik. Bahkan jika hasil survei menjadi kontroversi, maka bukan hasil survei yang dikritik. Kritik hanya pantas ditujukan pada metodologi survei termasuk soal etika. Baik etika pengambilan data, etika menjauhkan diri dari konflik kepentingan, termasuk etika publikasi, yang seringkali berhubungan erat dan menjadi bagian yang paling berbenturan dengan posisi lembaga survei.

Hari-hari ini publik disuguhi hasil survei tentang elektabilitas capres dan cawapres yang semakin tidak masuk akal.

“Kita tidak pernah mengetahui posisi lembaga survei, apakah juga merangkap sebagai konsultan politik, juru kampanye yang berlindung di balik kebebasan akademik survei, atau agitator yang ditugasi untuk menggiring opini tentang hal-hal yang dikehendaki oleh pihak yang menugasi,” kata Ismail dalam keterangannya, Senin (20/11/2023).

- Advertisement -

Ismail menyayangkan adanya materi-materi yang seharusnya tidak dipromosikan karena bertentangan dengan Konstitusi RI, seperti survei jabatan tiga periode di tahun lalu, survei afirmasi atas politik dinasti yang merusak demokrasi, survei afirmasi putusan MK No. 90/PUU-XXI/2023 dan Putusan MKMK, dan lainnya.

Di tengah keterbatasan pengetahuan publik atas term-term tersebut, pengambilan sampel secara acak, hanya akan menghasilkan afirmasi atas berbagai kehendak-kehendak inkonstitusional, niretika dan merusak demokrasi.

Agitasi agenda satu putaran oleh kandidat Pilpres tentu sahih sebagai bagian dari injeksi energi bagi tim kampanye dan pendukung. Menjadi persoalan serius ketika agitasi itu didukung dengan survei dan publikasi survei, yang sebenarnya adalah mangkampanyekan pasangan capres dan cawapres tertentu. Ada dua tujuan tidak etis yang hendak dicapai dari agenda ini, (1) berharap bandwagon effect, agar pemilih mengikuti langkah mayoritas publik yang sudah menentukan pilihan dan (2) menyediakan justifikasi akademik-populis, atas kemungkinan tindakan tidak jujur dan segala cara memenangi kontestasi, yang bisa saja dilakukan oleh pihak-pihak tertentu pada semua kandidat.

Sejalan dengan sajian aneka survei, kampanye pemilu damai dan teduh terus disuarakan tetapi dengan nada suara yang menakutkan. Ajakan damai menjadi isu demokrasi dan keadilan Pemilu, karena mengkritik kandidat dianggap bikin gaduh, mendorong netralitas berpotensi berhadapan dengan hukum, mengoreksi dan menjadikan isu pelanggaran konstitusi dan politik dinasti dianggap bikin gaduh dan menebar hoax. Lalu situasi damai dan teduh itu ditujukan untuk apa?

Berbagai keprihatinan ini menjadi kegelisahan publik dan terus akan mewarnai Pilpres dan Pemilu 2024. Keprihatinan ini kini bertransformasi menjadi ketakutan dan teror demokrasi yang mengancam kebebasan sipil. Transformasi destruktif ini akan semakin kencang karena posisi benturan kepentingan penguasa dengan kandidat tertentu, sehingga akan sulit menjadi wasit yang netral, sulit menjadi tuan rumah pertandingan yang ramah, meski berulang kali menjamu makan bersama.

Setara Institute, sebagai salah satu lembaga yang juga sering melakukan survei, mengetuk hati para kolega untuk mengembalikan posisi survei sebagaimana tujuan asalnya. Bukan hanya standar etik yang dipedomani tetapi juga ada nilai kebajikan yang dipromosikan.

“Demi keadilan Pemilu, Setara Institute juga mendorong netralitas genuine yang didukung oleh sistem, standar operasi, dan penyikapan atas dugaan pelanggaran alat-alat negara secara transparan dan berkeadilan. Langkah ini akan efektif hanya jika dimulai dari Presiden Jokowi,” tutupnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kantor BGN Pindah ke Grha Merah Putih

JCCNetwork.id- Kepala BGN Sudaryono mengatakan, Gedung Grha Merah Putih yang selama ini digunakan sebagai salah satu kantor PT Telkom Indonesia akan menjadi lokasi baru...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Demi Benahi Program MBG, DPR Dorong BGN Lakukan Perubahan Radikal
10:34
Video thumbnail
Momen Prabowo Curi Perhatian Putin! Pakai Bahasa Rusia, Langsung Banjir Tepuk Tangan
08:16
Video thumbnail
Sahidin di Depan BGN, Ungkit Motor Listrik untuk SPPG Alhamdulillah Ga Jadi
08:36
Video thumbnail
Hakim Saldi Isra Soroti UU Sektor Keuangan “Itikad Baik” Kok Hilang? Wamen Hukum Jawab Begini
13:20
Video thumbnail
🔴[LIVE] Detik-Detik DPR Cecar Kepala BGN Soal Keracunan MBG
01:22:10
Video thumbnail
Anggaran Podcast Rp103 Miliar Kementerian Koperasi Dipertanyakan #shorts #trending
01:23
Video thumbnail
Ketua Banggar DPR Kritik Pemerintah Kok yang Ditampilin Seuprit
08:59
Video thumbnail
Detik-Detik DPR Cecar Menteri Koperasi Soal Anggaran Podcast Rp103 Miliar
08:40
Video thumbnail
Ruang Komisi V Penuh Sesak, Tamu Berdiri Tak Kebagian Kursi
08:05
Video thumbnail
DPR Sentil Keras BGN: Membiarkan SPPG Bermasalah Sama Saja Mencelakai Anak Bangsa
12:47
Video thumbnail
Tidak Menghapus Hak Praperadilan, Namun Rismon Ingin Cegah Satu Perkara Dipecah-pecah
08:39
Video thumbnail
SPPG Lalai dan Terseret Pidana Tak Akan Dibantu
02:29
Video thumbnail
RUU Perampasan Aset Mencakup 13 Tindak Pidana, Begini Rinciannya
08:46
Video thumbnail
Di Depan Menteri PU, DPR Ungkap Warga Kubu Raya Masih Gunakan Air Limbah untuk Kebutuhan Sehari hari
08:49
Video thumbnail
BGN Tegaskan Jika Keracunan MBG Sidoarjo Ada Unsur Pidana, Bakal Ditindak dan Tak Dibanti
04:52
Video thumbnail
Tanah Bersertifikat SHM & Makam Leluhur Tiba-tiba Jadi Kawasan Hutan, Kok Bisa?
09:08
Video thumbnail
Disampaikan Langsung ke Prabowo, Putin Buka Peluang Kerja Sama Nuklir dengan Indonesia
09:40
Video thumbnail
Reaksi Putin, Senyum Tipis Saat Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf
09:31
Video thumbnail
DPR Tegur BNPP Bakamla, Jangan Cuma Gagah gagahan, Masyarakat Harus Merasakan Manfaatnya
08:05
Video thumbnail
DPR Ingatkan Wamen KKP Rakyat Butuh Kepastian, Bukan 'Disuruh' Doa sampai 2028
08:25

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Polda Metro Tetapkan 49 Tersangka

ESDM Benahi Subsidi LPG 3 Kg

Persib Tembus Grup ACL 2