JCCNetwork.id- Aksi tak terpuji dipertontonkan dalam ketegangan dan emosi tepatnya saat Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai menghadiri pemeriksaan di Kejaksaan Agung terkait skandal mafia minyak goreng. Atau kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya di industri kelapa sawit.
Sejumlah pengawal setia Airlangga memadati area Kejagung, melindungi sang Menteri.
Saat Airlangga hendak meninggalkan gedung setelah pemeriksaan, ketegangan mencapai puncaknya ketika pengawalnya terlibat cekcok dengan para wartawan yang berusaha meliput peristiwa tersebut.
Tidak terima dengan kehadiran media yang terus menghampiri, salah satu pengawal Airlangga dengan nada tinggi memperingatkan para wartawan, “Buka jalan, gue tembak, tembak lo!” Ancaman tegas pengawal kepada awak media ini menciptakan atmosfer yang semakin mencekam di lokasi.
Rombongan mobil pengawalnya memaksa jalan melalui kerumunan wartawan, menyebabkan beberapa di antaranya terdorong ke belakang. Akibatnya, emosi meletup-letup, dan cekcok tak terhindarkan, dengan makian dan kata-kata kasar saling dilontarkan.
Melihat situasi yang memanas, beberapa wartawan tidak tinggal diam. Tanpa ragu, mereka berlari mengejar kendaraan yang berusaha meninggalkan Kejagung.
Sebelumnya Airlangga memenuhi panggilan Kejagung. Pada kesempatan ini ia dicecar sebanyak 46 pertanyaan terkait kasus mafia minyak goreng, yakni tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya di industri kelapa sawit.
“Saya hari ini hadir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan sudah menjawab 46 pertanyaan,” tutur Airlangga di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2023). Demikian melansir Liputan6.com.



