JCCNetwork.id- Partai Golkar, salah satu partai politik terbesar di Indonesia, menghadapi guncangan internal yang signifikan. Sejumlah tokoh senior partai ini meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar untuk menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) guna mengganti posisi Airlangga Hartarto sebagai ketua umum partai.
Permintaan tersebut telah mencuri perhatian media dan menimbulkan beragam reaksi di internal Partai Golkar.
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, angkat bicara mengenai isu Munaslub ini dan menyebut bahwa isu tersebut ditunggangi oleh “penumpang gelap” yang ingin mengganggu soliditas Partai Golkar yang saat ini terjaga di bawah kepemimpinan Airlangga.
“Ini ada penumpang liar yang tujuannya mengganggu soliditas Partai Golkar dengan menghembuskan isu Munaslub dengan mengaitkan rekomendasi dari Dewan Pakar. Padahal Dewan Pakar tidak ada sama sekali merekomendasikan Munaslub,” kata Agung.
Tidak hanya itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pembinaan Ideologi (Bappilu) Partai Golkar, Nusron Wahid, juga mengungkapkan bahwa ada dalang di balik isu Munaslub ini dengan tujuan melengserkan Airlangga dari posisi Ketua Umum Partai Golkar.
Dalang tersebut diduga memiliki maksud terselubung untuk memanfaatkan Partai Golkar sebagai kendaraan politik dalam Pemilihan Umum 2024.
“Yang menunggangi ya orang yang mau menggunakan kendaraan Golkar untuk proses pencapresan yang bersangkutan,” kata Nusron Wahid,” tandasnya.



