JCCNetwork.id- Data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, pelanggaran melawan arus masih menjadi jenis pelanggaran yang paling banyak dilakukan oleh pengguna kendaraan roda dua selama Operasi Patuh Jaya 2023.
Pada hari pertama, tercatat 152 kasus pelanggaran tersebut, kemudian jumlahnya menurun menjadi 104 kasus pada hari kedua, namun meningkat lagi menjadi 117 kasus pada hari ketiga. Namun, pada hari keempat, angka pelanggaran melawan arus melonjak drastis menjadi 579 kasus.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Latif Usman, juga menambahkan bahwa hingga saat ini Operasi Patuh Jaya 2023 masih berjalan dengan normal dan para pelanggar cenderung bersikap kooperatif.
“Untuk sampai saat ini, Alhamdulillah, belum ada yang istilahnya apa, Ngeyel. Mereka (pelanggar) berargumentasi wajarlah, tapi tidak ada yang jadi perhatian khusus, ” kata Latif, Jumat (14/7/2023).
Latif juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa lokasi yang sering kali terjadi pelanggaran melawan arus, antara lain Jalan Hayam Wuruk, Jalan Tendean, dan Jalan Daan Mogot. Oleh karena itu, lokasi-lokasi tersebut memerlukan pengawasan yang lebih intensif dalam upaya penegakan ketertiban lalu lintas.
“Di beberapa titik tempat seperti Jalan Hayam Wuruk, Jalan Tendean, dan Jalan Daan Mogot memang perlu pengawasan,” ucapnya.



