JCCNetwork.id– Kisah mengharukan diceritakan Delle Ali tentang masa kecilnya yang penuh dengan lika-liku yang kelam. Gelandang 27 tahun itu mengatakan, semasa kecil ia pernah mendapat pelecehan dan juga menjadi kurir narkoba.
Alli sedang alami penurunan performa yang drastis, walaupun sempat bersinar di Tottenham Hotspur. Ketika pindah ke Everton penampilanya mulai tak signifikan sehingga dilepas dengan opsi pinjaman ke Besiktas.
Bermain di Klub Turki itu, penampilan pemain berpaspor Inggris itu diluar ekspetasi akibatnya ia dikembalikan ke Everton. Namun dirinya tengah mencoba memperbaiki kariernya di lapangan hijau, guna mendapat kembali performa terbaiknya.
Masa-masa berat ini bukan menjadi hal baru bagi gelandang 27 tahun ini, sebab ia sudah pernah alami kejadian seperti ini sejak masa kecil. Alli terlahir dari keluarga yang tidak sempurna, sehingga membuat masa kecilnya menjadi kelam.
“Jujur, saya sebenarnya tidak pernah ingin membicarakan masa kecil saya. Maksud saya, ada beberapa insiden yang pasti akan membuat kalian terkejut,” ungkap Alli dikutip dari The Overlap.
“Jadi, saat umur enam tahun, saya dilecehkan oleh teman ibu saya, yang sering berkunjung ke rumah. Ibu saya pecandu alkohol, dan itu terjadi saat berumur enam tahun. Saya diasingkan ke Afrika untuk belajar disiplin, dan saya kemudian dipulangkan lagi. Saya mulai merokok umur tujuh tahun, lalu saya mulai terlibat,”
“Mereka bilang kalau orang-orang tidak akan menyetop anak-anak yang naik sepeda, jadi saya menyimpan narkoba di dalam jaket saya, itu umur delapan tahun. Saya sempat digantung di jembatan saat umur 11 tahun oleh orang dari kampung sebelah.”
“Saya kemudian diadopsi umur 12 tahun dan dari situ, saya merasa berada di keluarga yang saya suka. Saya tidak pernah mengira bakal mendapat perlakuan sebaik itu dari mereka.”
“Jika Tuhan mengirimkan penyelamat, maka itu mereka. Mereka luar biasa dan banyak membantu saya. Dan hal lainnya ketika saya mulai hidup dengan mereka, saya sulit terbuka dengan mereka, karena saya takut akan dibuang lagi.”
“Saya mencoba menjadi anak baik-baik untuk mereka. Saya tinggal dengan mereka sedari umur 12 tahun, dan kemudian bermain di tim profesional pada umur 16. Semua berawal dari sana.” tutupnya.



