Evaluasi Penjurian FLS2N yang Diduga Tak Transparan! Hari Gini Kok Lombanya Online, Perlukah Mas Menteri Nadiem Turun Gunung?

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pulih dari keterpurukan karena Pandemi covid 19, para pelajar SD seluruh Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas hingga Pulau Rote semuanya sangat antusias mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Peserta-peserta pilihan yang berprestasi pun ditunjuk sebagai perwakilan Sekolahnya masing-masing untuk turut serta memeriahkan FLS2N baik ditingkat SD, SMP, SMA, SMK dan Pendidikan Khusus. Mereka mengikuti lima cabang yang dilombakan, yaitu : menyanyi tunggal, seni tari, pantomim, gambar bercerita, dan kriya anyam.

- Advertisement -

Untuk dijenjang SD yang sepertinya menarik untuk dikupas tuntas karena antusias mengikutnya. Sebab, di tingkat bawah pastinya masih harus didukung oleh para Orang Tua Murid (OTM). Para OTM juga menyambut positif penuh lomba tersebut yakni sebagai upaya ajang mengasah kreativitas para siswa dan menunjukkan kemampuan bakat guna membuka peluang maju dalam lomba tingkat Provinsi dan Nasional.

Namun, ide cemerlang dari program lomba untuk mengembangkan bakat dan mencari anak-anak yang berprestasi, bertalenta dibidang seni juga budaya dan dikemas FLS2N itu menyisakan Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dituntaskan oleh pemangku Kepentingan khususnya Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Karena menyimpan suatu problem dalam kemasan ajang tersebut, dan sistem penjuriannya sehingga sangatlah disayangkan.

Padahal, kita ingin mencari generasi penerus bangsa yang memiliki Sumber Daya Manusia unggul dan berdaya saing dalam menatap persaingan dunia yang bertumpu pada inovasi, kreatifitas berbasis khazanah budaya adiluhung bangsa. Talenta unggul dibidang seni budaya ini dipersiapkan, agar jadi salahsatu kunci Indonesia bisa berjaya di masa depan.

- Advertisement -

Itulah yang harusnya jadi kata kunci penyelenggaraan ajang Talenta FLS2N setiap tahunnya.

Beberapa sumber yang enggan disebutkan namanya ini, justru mempertanyakan penyelenggaraan FLS2N dalam pola penjurian yang nampak tidak tranparansi, dan tidak profesional. Dia juga enggan menyebut wilayah lomba yang dimaksud.

“Seperti ada yang ditutup-tutupi, kenapa tidak dibuka saja secara transparan, keterbukaan. Kenapa harus memaksakan pakai sistem online kirim video. Apalagi tidak dipublish ke sosmed, hanya kalangan tertentu saja yang bisa memberikan penilaian. Ini malah di kirim ke google drive,” keluh sumber tersebut.

“Sudah eranya offline (tatap muka) kenapa masih dipaksakan online, dan disini ada celah maupun potensi hal yang membuat orang menjadi suudzon. Karena tidak ada keterbukaan, dan harusnya ini menjadi bahan evaluasi. Kita mencari talenta unggul, tapi kalau cara pencariannya tidak transparan justru ini jadi masalah,” kata dia lagi.

Berangkat dari segelintir masalah tersebut, apakah ada potensi masalah yang sama terjadi diwilayah lain. Oleh karenanya, semua pihak yang mempunyai kepedulian yang sama perlu berpartisipasi dan berperan aktif agar penyelenggaraan kegiatan ini bisa berjalan sukses tanpa ada krikil-krikil yang berusaha menciderai ajang tersebut.

Apakah Mas Menteri panggilan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim harus turun gunung untuk menertibkan masalah tersebut. Atau ditingkat lokal sekelas Sudin wilayah bisa mengevaluasi temuan tersebut khususnya masalah penjurian dan teknis pelaksanaanya. Sehingga anak-anak yang juara dan terpilih bisa benar-benar membawa Indonesia menang dipanggung dunia.

Mari kita dukung bersama talenta prestasi Indonesia, khususnya dibidang seni. Wujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh dengan mencetak pelajar yang merdeka dalam belajar berbudaya. Pelihara adik-adik generasi penerus bangsa ini meninggikan mimpinya dan menyiapkan untuk masa depan yang lebih baik. Jangan patahkan semangat mereka untuk menggapai mimpi tersebut.

Tunjukkan kepada dunia dan Indonesia, bahwa adik-adik yang ikut kompetisi ini adalah Generasi Emas yang kreatif, Pelajar Pancasila harapan bangsa.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Demo Reformasi di Monas, Arus Lalin Jakarta Pusat Dialihkan

JCCNetwork.id- Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa penutupan total Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (21/5/2026), sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER