JCCNetwork.id-Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Teluk Persia mulai berdampak pada pasar energi global.
Situasi tersebut memicu gangguan distribusi minyak dunia dan mendorong pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah sementara untuk menjaga stabilitas pasokan energi.
Dilaporkan The Guardian, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengumumkan bahwa Washington memberikan pengecualian sementara selama 30 hari kepada kilang minyak di India untuk tetap membeli minyak dari Rusia yang saat ini tertahan di laut.
Menurut Bessent, kebijakan tersebut bersifat jangka pendek dan ditujukan untuk mencegah gangguan lebih besar pada rantai pasokan energi global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia.
Ia menegaskan pengecualian tersebut tidak akan memberikan keuntungan ekonomi besar bagi Rusia.
Pasalnya, kebijakan itu hanya berlaku untuk minyak yang sudah berada di kapal tanker dan belum dapat didistribusikan akibat hambatan logistik.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan angkatan laut negaranya siap mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Ketegangan militer di kawasan tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi global.
Rencana pengawalan kapal tanker oleh militer Amerika Serikat dinilai sebagai langkah pengamanan untuk memastikan jalur distribusi minyak tetap terbuka di tengah meningkatnya risiko keamanan di kawasan Teluk Persia.



