JCCNetwork.id-Seekor Harimau Sumatera dilaporkan muncul di kawasan persawahan warga di Jorong Palupuh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sabtu (28/2) sekitar pukul 09.30 WIB.
Satwa dilindungi tersebut terlihat berada tak jauh dari kandang sapi milik warga.
Kemunculan harimau pertama kali diketahui Dedi Saputra (35), warga Tabuah-Tabuah, saat hendak menuju sawah yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.
Setelah memarkir sepeda motor dan berjalan kaki menyusuri pematang, Dedi mendapati seekor harimau berdiri di dekat area pertanian.
Menurut keterangan warga, satwa tersebut tidak menunjukkan perilaku agresif, namun sempat mendekati lokasi kandang sapi.
Dedi kemudian memberi tahu Syafril (64), yang berada di sekitar kandang. Keduanya berupaya menghalau harimau, tetapi hewan itu tetap bertahan di lokasi sekitar 20 menit dengan jarak kurang lebih 15 meter dari kandang sebelum akhirnya masuk ke semak-semak dan bergerak menuju kawasan hutan.
“Harimau kebingungan. Kami usir, tapi tidak pergi,” kenang Cap. Akhirnya, satwa itu masuk ke lorong semak dan menghilang ke arah hutan.
Informasi kejadian segera dilaporkan kepada Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh.
Pada hari yang sama, tim bersama warga melakukan penelusuran untuk mengantisipasi potensi konflik manusia dan satwa liar.
Petugas memeriksa jejak dan memasang kamera trap di dua titik, masing-masing di area sawah tempat kemunculan dan di punggungan bukit berjarak sekitar 200 meter.
Saat proses pemasangan kamera berlangsung, harimau tersebut kembali terlihat.
Ketua Tim Pagari Pasia Laweh, Bambang Purnama, menyebut jarak antara tim dan satwa diperkirakan sekitar lima meter.
Harimau dilaporkan berjalan perlahan mendekati lokasi sebelum berbalik arah dan kembali masuk ke hutan.
Dua hari sebelumnya, kemunculan harimau juga dilaporkan terjadi di kawasan Ladang Ateh saat warga membersihkan kebun pisang.
Rekaman peristiwa itu sempat beredar di media sosial.
Tim Pagari mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika kembali melihat satwa liar di sekitar permukiman atau lahan pertanian.
“Ini pengalaman luar biasa, bertemu langsung di alam,” katanya, masih dengan nada takjub bercampur gentar



