Longsor Kalongan Meluas, Permukiman Terancam

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang dalam beberapa hari terakhir memicu kembali bencana tanah longsor di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur. Pergerakan tanah yang terus meluas kini mengancam permukiman warga serta memutus akses jalan penghubung Kabupaten Semarang dengan Kabupaten Demak.

Berdasarkan pantauan di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Selasa (3/3/2026), area longsoran tampak semakin melebar dibandingkan kejadian sebelumnya. Material tanah yang ambles membentuk tebing curam dengan ketinggian antara 65 hingga 75 meter. Panjang bidang longsor diperkirakan mencapai 1,5 kilometer dengan lebar sekitar 250 meter.

- Advertisement -

Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi. Sejak 2022, kawasan tersebut tercatat beberapa kali mengalami longsor, terutama saat curah hujan meningkat. Kondisi tanah yang labil serta struktur geologis yang mudah tergerus air disebut menjadi faktor utama terjadinya pergerakan tanah.

Warga setempat mengungkapkan, dalam sepekan terakhir sedikitnya dua kali longsor kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Situasi ini memicu kekhawatiran, karena jarak antara bibir longsor dan permukiman warga kini kurang dari 50 meter.

“Harapan saya semoga pemerintah memperhatikan ini cepat dibetulkan kalau tidak ini meluas ke kampung,” kata Kalim di sekitar lokasi.

- Advertisement -

Hasil kajian sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang bersama Dinas Pekerjaan Umum menyebutkan, longsor dipicu adanya aliran air di dalam tanah yang membentuk semacam kantong penampungan. Ketika debit air meningkat akibat hujan, tekanan dari dalam tanah mendorong lapisan permukaan hingga akhirnya ambles dan longsor.

“Kalau kajian teknisnya itu di bawah semacam ada tampungan. Jadi kalau sudah penuh itu akan mencari jalan sendiri dan itu lah yang menjadi penyebab gerakan longsoran,” ujar Alexander.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah antisipatif dengan memasang dua alat peringatan dini di sekitar permukiman warga. Alat tersebut diharapkan mampu mendeteksi pergerakan tanah secara dini sehingga warga dapat segera melakukan evakuasi apabila terjadi pergeseran signifikan.

Menurutnya, kajian teknis lanjutan masih terus dilakukan guna menentukan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan pembangunan talud penahan tanah atau sistem drainase bawah tanah untuk mengurangi tekanan air.

Sementara itu, akses jalan yang sebelumnya menjadi penghubung utama Semarang–Demak kini tidak dapat dilalui. Arus kendaraan dialihkan ke jalur alternatif demi keselamatan pengguna jalan. Aparat bersama perangkat desa juga telah memasang pembatas dan garis pengamanan di sekitar lokasi longsor untuk mencegah warga mendekat, mengingat sebagian area terdampak merupakan lahan perkebunan milik masyarakat.

Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada, terutama saat hujan deras turun dalam durasi panjang. BPBD juga menyiagakan personel untuk memantau perkembangan kondisi tanah serta memastikan kesiapan evakuasi apabila situasi darurat terjadi.

Dengan intensitas hujan yang masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan, ancaman longsor susulan di Desa Kalongan masih terbuka. Warga berharap penanganan permanen segera direalisasikan agar bencana yang berulang sejak beberapa tahun terakhir itu tidak kembali menimbulkan korban maupun kerugian lebih besar.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gugatan Praperadilan Ditolak, Yaqut Tetap Berstatus Tersangka Korupsi Kuota Haji

JCCNetwork.id- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, terkait penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER