Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Brent ke USD82

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada pembukaan perdagangan Asia, Senin (2/3/2026), menyusul eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Pasar energi global langsung merespons dengan kenaikan signifikan, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Teluk yang selama ini menjadi salah satu lumbung minyak dunia.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Investing.com, kontrak berjangka minyak Brent sempat melesat hingga 13 persen pada awal sesi, menyentuh level USD82 per barel sebelum akhirnya terkoreksi tipis. Lonjakan tersebut mencerminkan premi risiko geopolitik yang meningkat drastis dalam waktu singkat.

- Advertisement -

Eskalasi Militer dan Dampaknya ke Pasokan Energi

Ketegangan meningkat tajam setelah operasi militer gabungan Washington dan Tel Aviv dilancarkan ke sejumlah target strategis di Iran pada akhir pekan. Serangan itu dilaporkan menewaskan ratusan orang, termasuk tokoh-tokoh penting pemerintahan Teheran.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan berupa rudal yang menyasar wilayah Israel serta sejumlah negara Timur Tengah yang dinilai memiliki kedekatan dengan Amerika Serikat, seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

- Advertisement -

Situasi semakin genting ketika laporan menyebutkan adanya serangan terhadap kapal-kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini dikenal sebagai salah satu titik chokepoint energi paling vital di dunia, dengan sekitar 20 persen distribusi minyak global melewati perairan tersebut setiap hari.

“Dengan tindakan balasan yang kini berkembang menjadi serangan terhadap kapal tanker minyak di Selat Hormuz, ancaman terhadap pasokan minyak telah meningkat secara substansial,” kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Analis pasar dari ANZ dalam catatannya menilai ancaman terhadap pasokan minyak kini meningkat signifikan. Serangan terhadap kapal tanker dinilai berpotensi menimbulkan gangguan distribusi jangka pendek hingga menengah, tergantung pada intensitas konflik lanjutan.

OPEC+ Tambah Produksi

Di tengah lonjakan harga dan kekhawatiran pasar, kelompok produsen minyak yang tergabung dalam OPEC bersama sekutunya atau OPEC+ memutuskan menaikkan output produksi. Dalam pertemuan yang digelar Minggu, mereka menyepakati tambahan produksi sebesar 206 ribu barel per hari.

Langkah tersebut dipandang sebagai upaya meredam gejolak harga dan menjaga stabilitas pasar energi global. Namun sejumlah analis menilai tambahan pasokan itu mungkin belum cukup untuk sepenuhnya mengimbangi potensi gangguan distribusi jika konflik terus meluas.

Sikap Gedung Putih

Presiden Donald Trump menyatakan operasi militer terhadap Iran masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Ia juga mengingatkan adanya kemungkinan meningkatnya korban dari pihak militer Amerika Serikat seiring eskalasi situasi di kawasan.

Pernyataan tersebut memperkuat persepsi pasar bahwa ketegangan geopolitik belum akan mereda dalam waktu dekat. Investor kini mencermati potensi dampak lanjutan terhadap stabilitas pasokan energi global, inflasi, serta pertumbuhan ekonomi dunia.

Para pelaku pasar menilai perkembangan situasi di Selat Hormuz akan menjadi faktor penentu arah harga minyak dalam beberapa hari ke depan. Jika jalur distribusi utama tersebut terganggu secara signifikan, harga minyak berpotensi melanjutkan tren kenaikan, sekaligus memicu tekanan baru pada perekonomian global yang tengah berupaya menjaga stabilitas pascapandemi dan perlambatan pertumbuhan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Buronan Penggelapan Ditangkap Kejagung

JCCNetwork.id- Tim Satgas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejaksaan Agung menangkap Ahmad Yani alias Nani bin Rahmat, terpidana kasus penggelapan yang masuk dalam Daftar...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Hakim MK Pertanyakan Pengawasan Bawaslu Dalam Sidang Gugatan Ijazah Gibran
02:10
Video thumbnail
Ijazah Gibran Digugat, Hakim MK Cecar Bawaslu: Dipantau Enggak?
08:33
Video thumbnail
Detik-Detik KDM Ditanya Soal Isu Gandeng Gibran di Pilpres 2029 #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Detik-Detik DPRD Tegur Gub Sherly
08:35
Video thumbnail
Reaksi KDM Saat Ditanya Duet dengan Gibran di Pilpres 2029?
08:04
Video thumbnail
Perintah Prabowo! Mentan Amran Ungkap 102 Tersangka Mafia Pangan, Hukum Seberat-beratnya
07:57
Video thumbnail
Pemohon Desak MK Didiskualifikasi Gibran dan Gelar Pemilihan Baru
08:38
Video thumbnail
Gubernur Sherly Bicara Santai di DPRD Maluku Utara Soal Pembangunan Bermanfaat
09:52
Video thumbnail
Berantas Balpres, Bea Cukai Ungkap Aksi Kucing-Kucingan Terus TerjadiKarna Permintaan Masih Tinggi
11:30
Video thumbnail
Mentan Amran Sentil Pengamat Nyinyir soal Beras Impor Ilegal: Ini Musuh Negara
07:55
Video thumbnail
Suahasil Laporkan Utang BLBI Tuntas kepada Prabowo
09:08
Video thumbnail
Eks Pimpinan KPK Sentil Penegak Hukum, Jangan Sembarangan Rampas Aset karena Malas Lacak Bukti
08:32
Video thumbnail
Sivitas UIN Sunan Ampel Ungkap Masalah Tata Kelola Fakultas di DPR
09:11
Video thumbnail
Mentan Amran Bereaksi Keras, Sebut 115 Juta Petani Dirugikan Karna Beras Impor Ilegal!
08:06
Video thumbnail
Detik Detik Hakim MK Tegur Denny Indrayana Saat Sidang Gugatan Ijazah Gibran
08:40
Video thumbnail
Waspada Celah RUU Perampasan Aset, Advokat Ingatkan Potensi Jadi Alat Pemerasan
09:01
Video thumbnail
JARI’98 Desak Polri Tangkap Pelaku Pembubaran Ibadah #shorts #trending
01:01
Video thumbnail
Detik-Detik Denny Indrayana Cs Persoalkan Syarat Pendidikan Gibran di MK
13:55
Video thumbnail
Aturan Dapur MBG Diubah, Kepala SPPG Tak Boleh Lagi Absen Saat Masak
09:25
Video thumbnail
Buka bukaan di DPR! Kejawen Maneges Minta Kepercayaan Tak Dianaktirikan
09:15

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER