JCCNetwork.id- Kebakaran melanda lantai 12 Hotel Grand Arkenzo di kawasan Simpang Lima, Semarang, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Api sempat terlihat membumbung dari bagian atas bangunan hotel dan memicu perhatian warga sekitar.
Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api muncul dari sisi atap gedung. Peristiwa tersebut terjadi di lantai paling atas hotel dan diduga berasal dari ruang mesin boiler atau pemanas air.
Manajer hotel, Teguh, membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa sumber api berasal dari mesin boiler yang berada di lantai 12. Saat kejadian, salah satu petugas engineering yang berada tidak jauh dari lokasi pertama kali mengetahui munculnya percikan api.
“Menurut laporan dari Chief Engineering kami, yaitu Pak Roni dan kebetulan messnya di lantai 12, saat itu beliau lagi leyeh-leyeh sambil melihat HP mendengar pletek-pletek dikira hujan, begitu keluar di ruang boiler itu sudah ada apinya kemudian Pak Roni dengan sigap mengambil APAR untuk disemprotkan dibantu beberapa staf kami dan pakai hidrant dan alhamdulillah api berhasil dipadamkan,” ujar Teguh.
Upaya cepat dari tim internal hotel membuat api dapat dikendalikan dalam waktu kurang dari 30 menit. Kobaran tidak sempat merembet ke kamar tamu maupun area lain di dalam gedung. Meski demikian, petugas pemadam kebakaran tetap diterjunkan ke lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman.
Setibanya di lokasi, tim pemadam melakukan proses pendinginan guna mencegah kemungkinan munculnya titik api baru. Pemeriksaan menyeluruh juga dilakukan pada instalasi mesin boiler serta jaringan listrik di sekitar lokasi kejadian.
Manajemen hotel memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Seluruh tamu yang tengah menginap disebut tetap berada dalam kondisi aman dan situasi di dalam hotel tetap terkendali tanpa kepanikan berarti.
Pihak manajemen masih melakukan pendataan terkait potensi kerugian material akibat kebakaran tersebut. Area ruang boiler untuk sementara ditutup guna keperluan investigasi dan pemeriksaan teknis lebih lanjut.
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polrestabes Semarang telah turun tangan untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan guna memastikan apakah insiden dipicu oleh gangguan teknis, korsleting listrik, atau faktor lain.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak berwenang. Polisi mengimbau pengelola bangunan bertingkat untuk rutin melakukan pengecekan sistem kelistrikan dan peralatan pemanas guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.



