Pesta Spritus Berujung Dua Remaja Tewas di Pulau Sapuka

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Tragedi miras oplosan mengguncang Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep. Sebanyak 13 pelajar dilaporkan mengalami keracunan usai menenggak minuman keras racikan berbahaya.

Dua di antaranya, masing-masing berinisial WA (16) dan SA (17), meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis.

- Advertisement -

Peristiwa tersebut bermula ketika para pelajar berkumpul di Dermaga Batu, Pulau Sapuka.

Mereka diduga mengonsumsi minuman oplosan yang diracik dari spritus, air mineral, minuman berenergi, serta susu kental manis.

Aktivitas berbahaya itu dilakukan dalam dua sesi berbeda pada hari yang sama.
Kepala Seksi Humas Polres Pangkep, AKP Imran, menjelaskan bahwa konsumsi miras oplosan pertama dilakukan pada siang hari.

- Advertisement -

Salah seorang pelajar membeli bahan-bahan tersebut, kemudian dicampur dan diminum bersama teman-temannya. Aksi serupa kembali dilakukan pada malam hari dengan bahan yang sama.

“Setelah siang hari mengonsumsi oplosan, malam harinya mereka kembali membeli spritus dan bahan lainnya untuk diminum bersama di Dermaga Batu Pulau Sapuka,” kata Imran dalam keterangan tertulis, Minggu (8/2).

Tak lama setelah mengonsumsi minuman tersebut, kondisi para korban dilaporkan memburuk. Sejumlah pelajar mengalami pusing, lemas, hingga kejang.

Dua korban dalam kondisi paling kritis segera dilarikan ke Puskesmas Pulau Sapuka untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, nyawa kedua remaja tersebut tidak tertolong. Korban WA dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WITA, sementara korban SA mengembuskan napas terakhir pada malam hari sekitar pukul 20.00 WITA.

Sementara itu, sebelas pelajar lainnya masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pulau Sapuka.

Dari jumlah tersebut, lima korban dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif dan direncanakan dirujuk ke RSUD Batara Siang Pangkep untuk penanganan lanjutan.

Petugas medis terus memantau kondisi para korban guna mengantisipasi dampak lanjutan akibat kandungan berbahaya dalam minuman oplosan yang dikonsumsi.
Di sisi lain, kepolisian bergerak cepat menangani kasus ini.

Aparat telah mendatangi lokasi kejadian, mendata korban dan saksi, mengamankan barang bukti, serta melakukan pemeriksaan terhadap pelajar yang terlibat.

Polisi juga menelusuri asal-usul spritus yang digunakan dalam racikan tersebut.

“Kami sudah memeriksa saksi-saksi dan pedagang yang menjual spritus kepada para pelajar,” ujar Imran.

Hingga kini, Polres Pangkep masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan ada tidaknya unsur lain yang menyebabkan kejadian tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak demi mencegah peristiwa serupa terulang kembali.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Jabodetabek Hari Ini

JCCNetwork.id- Kondisi cuaca di wilayah Jabodetabek pada Jumat (1/5/2026) diperkirakan didominasi awan tebal sejak dini hari, dengan potensi hujan yang meningkat pada siang hingga...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER