Wall Street Variatif, Dolar AS Melemah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Pasar saham Amerika Serikat bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Rabu (28/1/2026) seiring melemahnya nilai tukar dolar AS dan rilis kinerja sejumlah emiten besar.

Pelemahan dolar terjadi menjelang pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

- Advertisement -

Pada akhir perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 408,99 poin atau 0,83% ke level 49.003,41.

Sebaliknya, indeks S&P 500 menguat 28,37 poin atau 0,41% ke 6.978,60 dan mencetak rekor penutupan tertinggi.

Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 215,74 poin atau 0,91% ke posisi 23.817,10.

- Advertisement -

Tekanan pada Dow Jones terutama berasal dari penurunan saham Boeing yang melemah 1,6%, serta anjloknya saham UnitedHealth sekitar 20% setelah perusahaan tersebut mengumumkan proyeksi pendapatan 2026 yang diperkirakan menurun.

Pelaku pasar juga mencermati laporan keuangan perusahaan teknologi berkapitalisasi besar yang tergabung dalam kelompok Magnificent Seven, termasuk Microsoft, Apple, Tesla, dan Meta Platforms.

Selain itu, fokus investor tertuju pada pernyataan kebijakan The Fed yang dijadwalkan dirilis pada Rabu waktu setempat.

Di pasar global, indeks saham dunia MSCI menguat 8,92 poin atau 0,85% ke level 1.053,09 dan sempat menyentuh rekor intraday di 1.053,88.

Kenaikan tersebut menjadi reli harian terpanjang sepanjang tahun ini. Di kawasan Eropa, indeks STOXX 600 ditutup naik 0,58%, ditopang penguatan saham sektor perbankan yang melonjak 1,8%.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan mata uang tersebut terhadap sejumlah mata uang utama turun 0,9% ke level 96,23, setelah sempat menyentuh posisi terendah dalam hampir empat tahun di 95,566.

Pelemahan ini menjadi yang terbesar sejak April.

Pada saat yang sama, euro menguat 0,81% ke level US$1,1975.

Sepanjang bulan ini, dolar AS berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump serta kekhawatiran pasar terhadap independensi The Fed.

Tekanan kembali meningkat meskipun Trump menyebut kondisi dolar AS
“dalam kondisi sangat baik”.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gerebek Karyawan Maling, Pemilik Toko Malah Jadi Tersangka

JCCNetwork.id- Polrestabes Medan menetapkan pemilik toko handphone berinisial PP sebagai tersangka dan menahannya atas dugaan penganiayaan terhadap dua pelaku pencurian, G dan T, yang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER