JCCNetwork.id- Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98), Willy Prakarsa, memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, atas langkah tegas dan keberaniannya dalam menjaga independensi Polri.
Willy menilai, keberanian Kapolri menolak wacana menjadikan Polri di bawah kementerian merupakan sikap revolusioner yang patut diapresiasi. “Lebih baik menjadi petani daripada menjadikan Polri berada di bawah kementerian. Top banget harga mati, Polri harus berada di bawah Presiden,” tegas Willy, sembari menekankan bahwa penolakan tersebut wajar dan bersifat konstitusional kepada awak media, Selasa (27/1/2026).
Menurut Willy, Polri adalah alat negara yang tunduk pada amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. “Jika Polri harus berada di bawah kementerian, itu hal konyol dan inkonstitusional,” tambahnya.
Willy juga memuji perubahan positif yang terjadi di tubuh Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit. Banyak hal telah diperbaiki sehingga Polri menjadi lebih baik, solid, dan profesional. Bahkan langkah tegas Kapolri semakin memperkuat solidaritas internal institusi tersebut.
Tidak hanya itu, Willy yang juga aktivis senior 98 ini menekakan langkah tegas Kapolri ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Polri tetap menjadi lembaga independen di bawah kendali Presiden, sambil terus berperan aktif dalam pelayanan publik dan penanganan bencana di seluruh Indonesia.
“Kami sebagai bagian dari masyarakat mengucapkan terima kasih atas bantuan Bapak Kapolri dan jajaran dalam menangani banjir dan longsor di Aceh, Medan, Padang, dan Sultra. Semoga kerja keras kalian menjadi ladang amal jariah dan kelak anak, cucu, serta cicit kalian menuai hasil dari apa yang kalian tanam,” ujarnya.























