Pemprov DKI Kerahkan Ratusan Petugas Tangani Lebih dari 200 Ton Sampah di Muara Baru

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menangani penumpukan sampah di kawasan Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, persoalan tersebut tidak hanya soal teknis pembersihan, tetapi juga mencerminkan masalah perilaku warga dalam pengelolaan sampah, khususnya kebiasaan membuang sampah ke sungai.

- Advertisement -

Pramono menyebut, kondisi Muara Baru harus menjadi peringatan serius bagi seluruh masyarakat Jakarta.

Sampah yang menumpuk di pesisir, menurut dia, merupakan akumulasi dari sampah rumah tangga yang terbawa aliran sungai hingga ke laut dan merusak ekosistem pesisir.

“Ini menjadi peringatan bagi seluruh warga Jakarta agar perilaku membuang sampah di sungai harus dihilangkan,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Ia memastikan, Pemprov DKI tidak menunda penanganan di lapangan.

- Advertisement -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta langsung dikerahkan untuk membersihkan kawasan terdampak guna mencegah meluasnya pencemaran.

Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan, proses penanganan sampah di Muara Baru telah berlangsung sejak Jumat (16/1/2026) dan dilakukan secara bertahap. Pada hari pertama, petugas mengangkut 35 ton sampah, disusul 25 ton pada hari kedua.

Jumlah tersebut meningkat signifikan pada hari ketiga, Minggu (18/1/2026), dengan total 77 ton sampah berhasil diangkat.

“Pada hari ketiga, kami memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh truk sampah kecil, enam truk besar, dua excavator, serta dua perahu karet,” kata Asep dalam keterangan tertulis.

Selain pengerahan personel dan alat berat, DLH juga menerapkan metode pengendalian sebaran sampah dengan memasang sekatan berbahan High-Density Polyethylene (HDPE) dan bambu.

Sekatan tersebut berfungsi menahan pergerakan sampah agar tidak menyebar ke perairan yang lebih luas dan memudahkan proses pengangkutan.

“Ke depan, sekatan akan kami perkuat secara lebih permanen di seluruh zona, terutama untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah saat hujan,” ujar Asep.

DLH menargetkan proses sterilisasi kawasan Muara Baru dapat diselesaikan dalam lima hari. Total sampah yang terangkut diperkirakan melampaui 200 ton sejak hari pertama penanganan.

Asep juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah ke badan air dan wilayah pesisir.

Menurutnya, sampah yang masuk ke laut tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memperberat upaya penanganan dan berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.

“Menjaga kebersihan perairan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberlanjutan lingkungan pesisir Jakarta,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mendorong DPRD di berbagai daerah untuk memperkuat dukungan anggaran dan pengawasan dalam menghadapi krisis pengelolaan sampah.

Ia mengungkapkan, timbulan sampah nasional telah mencapai 143.824 ton per hari, sementara tingkat pengelolaan baru berada di kisaran 24 persen dari target nasional.

“Target nasional 100 persen sampah terkelola pada 2029 sangat jelas. Namun kondisi saat ini adalah sinyal merah,” kata Hanif, mengutip Antara, Minggu (18/1/2026).

Hanif menekankan, tanpa keberanian politik dan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, target tersebut sulit dicapai.

Ia menilai kolaborasi pusat dan daerah perlu diperkuat agar kebijakan pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Persija Ditahan PSIM Yogyakarta, Mauricio Soroti Finishing

JCCNetwork.id-Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menegaskan efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama timnya setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER