JCCNetwork.id-Seorang perempuan bernama Renee Nicole Good (37) meninggal dunia setelah ditembak petugas imigrasi Amerika Serikat (ICE) dalam sebuah insiden di kawasan Minneapolis Selatan pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat.
Peristiwa tersebut kembali memicu gelombang kemarahan publik di kota yang masih menyimpan trauma atas kasus kematian George Floyd pada 2020.
Penembakan terjadi di Portland Avenue dekat persimpangan 34th Street saat Renee mengemudikan SUV Honda Pilotdi area permukiman bersalju.
Rekaman video warga yang beredar luas memperlihatkan beberapa petugas imigrasi mendekati kendaraan korban, menginstruksikan agar pengemudi keluar, serta mencoba membuka pintu mobil dari luar.
Tak lama kemudian, situasi berubah tegang. Mobil terlihat sempat mundur pelan kemudian bergerak maju.
Saat itu, salah satu petugas berada tepat di depan kendaraan dan melepaskan tembakan ke arah mobil. SUV masih melaju beberapa meter sebelum menabrak kendaraan yang terparkir di tepi jalan.
Petugas kepolisian Minneapolis yang tiba setelah kejadian menerapkan prosedur pertolongan darurat dan membawa korban ke Hennepin County Medical Center. Rumah sakit menyatakan Renee meninggal akibat luka tembak di kepala.
Dewan Kota Minneapolis mengonfirmasi identitas korban sebagai warga setempat. Pemerintah kota menyampaikan belasungkawa dan menegaskan tuntutan agar penegakan hukum dilakukan secara transparan.
“Siapa pun yang merenggut nyawa warga di kota ini harus ditangkap, diselidiki, dan diproses sesuai hukum,” demikian pernyataan resmi dewan kota.
Kepala Kepolisian Minneapolis Brian O’Hara mengatakan kendaraan korban sempat menghalangi arus lalu lintas, sebelum ditemui oleh petugas federal yang berjalan kaki.
Ia menyebut sedikitnya dua tembakan dilepaskan dan menegaskan polisi Minneapolis tidak terlibat dalam penembakan, melainkan baru dikerahkan setelah insiden terjadi.
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey secara terbuka mengecam keberadaan personel imigrasi federal di wilayahnya dan meminta mereka meninggalkan kota.
Ia menyebut tindakan aparat sebagai bentuk penggunaan kekuatan yang tidak perlu.
Frey juga membantah klaim pembelaan diri aparat.
“Setelah saya melihat videonya, saya harus katakan secara langsung: itu tidak dapat dibenarkan,” ujarnya.
Sebaliknya, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyebut Renee sebagai pelaku yang mencoba menabrak petugas menggunakan kendaraan, sehingga tembakan dilepaskan untuk melindungi diri.
Presiden AS Donald Trump menanggapi melalui media sosial dengan membela aparat federal dan menuding kelompok penghasut serta “sayap kiri radikal” memperkeruh keadaan.
Insiden ini memicu unjuk rasa di sejumlah titik Minneapolis. Massa menuntut akuntabilitas aparat dan mengecam operasi pengetatan imigrasi yang sedang berlangsung.
Kasus terjadi di tengah pengiriman lebih dari 2.000 agen ICE ke Minneapolis sebagai bagian dari operasi federal skala besar. Kebijakan tersebut dikritik karena bertentangan dengan sikap pemerintah kota yang menolak pelibatan aparat lokal dalam penegakan hukum imigrasi.
Kehadiran aparat bersenjata di wilayah permukiman dinilai memperbesar ketegangan sosial serta memperdalam ketidakpercayaan warga terhadap institusi penegak hukum.























