JCCNetwork.id-Seorang perempuan bernama Khairun Nisya diamankan petugas keamanan di Bandara Soekarno–Hatta, Tangerang, setelah diduga menyamar sebagai pramugari pada penerbangan dari Palembang menuju Jakarta.
Peristiwa itu terungkap setelah kru pesawat mengidentifikasi adanya penumpang yang mengenakan atribut pramugari namun tidak tercatat sebagai awak kabin aktif.
Kru maskapai yang merasa tidak mengenal Nisya kemudian melakukan pemeriksaan selama penerbangan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Setibanya di Jakarta, yang bersangkutan diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandara Soekarno–Hatta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan awal menyebutkan, Nisya sebelumnya pernah mengikuti proses pendaftaran pramugari namun diduga menjadi korban penipuan dengan kerugian sekitar Rp30 juta.
Kepada penyidik, ia mengaku tertekan secara sosial hingga akhirnya mengaku kepada orang-orang di sekitarnya bahwa dirinya telah bekerja sebagai pramugari.
Untuk menopang pengakuannya, Nisya diduga menggunakan seragam dan kartu identitas palsu. Polisi menyita sejumlah barang sebagai barang bukti, antara lain koper, tas, pakaian pramugari, serta identitas yang diduga palsu.
Kanit Indag Polresta Bandara Soekarno–Hatta, Iptu Agung Pujianto, mengimbau masyarakat agar mengikuti prosedur resmi dalam proses rekrutmen awak kabin. Ia menegaskan agar calon pelamar tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
Meski mengenakan atribut pramugari, polisi memastikan Nisya tetap terbang menggunakan tiket penumpang reguler dan boarding pass resmi, tanpa akses atau fasilitas awak kabin. Hal itu menjadi salah satu faktor yang membuat penyamarannya terungkap.
Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Polisi akan mendalami dugaan penggunaan identitas palsu serta keterkaitan dengan tindak penipuan rekrutmen, sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak melalui mekanisme resmi maskapai.























