Nicolas Maduro Ditahan di Penjara Federal Brooklyn, Siap Hadapi Sidang di Manhattan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa militer AS sempat mempertimbangkan opsi mematikan dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Sabtu (4/1), dan segera memicu perhatian luas komunitas internasional karena dinilai berpotensi memperuncing ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin.

- Advertisement -

“Itu bisa saja terjadi,” ujar Trump ketika ditanya mengenai kemungkinan penggunaan kekuatan mematikan dalam operasi tersebut.

Ia menyebutkan bahwa opsi tersebut sempat dibahas seiring upaya Maduro melarikan diri ke lokasi yang dinilai aman saat operasi berlangsung. Namun, menurut Trump, skenario pelarian itu berhasil digagalkan oleh aparat AS.

Pernyataan Trump diperkuat oleh Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine. Dalam keterangannya, Caine menyatakan bahwa Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores yang menurut klaim AS telah didakwa akhirnya menyerah dan ditangkap oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dengan dukungan militer.

- Advertisement -

Ia menegaskan operasi tersebut dilakukan secara “profesional dan presisi” tanpa menimbulkan korban jiwa di pihak Amerika Serikat.

Sementara itu, Nicolas Maduro dilaporkan telah tiba di Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn, New York, untuk menjalani masa penahanan awal menjelang proses hukum di pengadilan federal Manhattan.

Informasi ini dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat penegak hukum AS. Maduro sebelumnya diterbangkan menggunakan helikopter menuju Manhattan sebelum dikawal ketat menuju fasilitas penahanan federal tersebut.

Menurut laporan CNN, kedatangan Maduro di MDC Brooklyn berlangsung dengan pengamanan tingkat tinggi. Aparat keamanan disiagakan dalam jumlah besar di sekitar lokasi, sementara ratusan warga terlihat berkumpul di luar gedung.

Sebagian massa dilaporkan bersorak dan mengibarkan bendera Venezuela, mencerminkan reaksi publik yang terbelah atas peristiwa tersebut.

Maduro dijadwalkan menghadapi dakwaan terkait kasus narkotika dan kepemilikan senjata di pengadilan federal Manhattan pada pekan depan. Hingga saat ini, otoritas AS belum memberikan keterangan resmi mengenai status hukum maupun lokasi penahanan Cilia Flores.

Sebagai satu-satunya lembaga pemasyarakatan federal yang beroperasi di New York City, MDC Brooklyn dikenal sering menahan tersangka dalam kasus-kasus besar dan berprofil tinggi. Sejumlah figur publik internasional, termasuk R. Kelly dan Ghislaine Maxwell, pernah ditahan di fasilitas ini.

Namun, penjara tersebut juga kerap menuai sorotan tajam terkait kondisi penahanan yang dinilai buruk, mulai dari kekerasan antarnarapidana hingga lemahnya pengawasan internal.

Penahanan Nicolas Maduro di MDC Brooklyn diperkirakan akan menjadi salah satu episode hukum paling disorot dalam hubungan Amerika Serikat dan Venezuela dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menambah daftar panjang kontroversi yang melekat pada fasilitas pemasyarakatan tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dito Ariotedjo Diperiksa KPK Terkait Korupsi Kuota Haji

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji tahun...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER