Spekulasi Suksesi Manchester City, Pep Guardiola Pasang Badan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork. id-Manajer Manchester City, Pep Guardiola, akhirnya buka suara menanggapi spekulasi panas terkait masa depannya di Etihad Stadium.

Rumor pergantian pelatih kembali mencuat setelah nama mantan asistennya, Enzo Maresca, disebut-sebut sebagai kandidat kuat suksesor di Manchester City, menyusul perpisahan pelatih asal Italia itu dengan Chelsea.

- Advertisement -

Guardiola menunjukkan nada frustrasi ketika kembali dihadapkan pada pertanyaan yang sama mengenai kelanjutan kariernya bersama The Citizens.

Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, isu mengenai masa depannya sudah terlalu sering ia jelaskan kepada publik dan media. Ia menilai spekulasi yang terus berulang justru mengaburkan fokus utama tim yang tengah berjuang di tengah kompetisi.

Isu suksesi kian menguat setelah Enzo Maresca resmi meninggalkan Chelsea pada Kamis (1/1/2026), bertepatan dengan Hari Tahun Baru.

- Advertisement -

Keputusan tersebut diambil manajemen Chelsea setelah rentetan hasil minor, di mana Maresca hanya mampu membawa The Blues meraih dua kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir.

Situasi itu memicu spekulasi bahwa Maresca berpeluang kembali ke Manchester City, klub yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kepelatihannya sebagai asisten Guardiola.

Menanggapi pertanyaan apakah Maresca akan menjadi pelatih Manchester City berikutnya, Guardiola memberikan jawaban bernada sarkas dan cukup menohok. Ia menegaskan posisinya masih aman dan terikat kontrak.

“Anda ingin memecat saya? Gaji saya sangat tinggi, jadi saya masih punya kontrak satu tahun lagi,” ujar Guardiola dalam konferensi pers pada Jumat (2/1/2026).

Pelatih yang telah mempersembahkan enam gelar Liga Inggris untuk Manchester City itu juga mengakui bahwa suatu saat ia pasti akan meninggalkan klub yang telah ia tangani hampir satu dekade.

Namun, Guardiola menekankan bahwa kepergiannya tidak akan terjadi dalam waktu dekat, apalagi sebelum masa kontraknya berakhir.

Dengan nada sindiran, ia menyampaikan bahwa kebosanan publik terhadap dirinya bukan alasan untuk mempercepat perpisahan.

“Ya Tuhan. Saya punya kontrak, saya sudah mengatakannya jutaan kali. Saya tahu Anda bosan dengan saya, 10 tahun di sini. Anda ingin saya pergi? Ya, saya cukup yakin akan hal itu,” ucap Guardiola kepada para jurnalis.

Di tengah performa Manchester City yang sempat goyah, termasuk hasil imbang kontra Sunderland yang membuat mereka tertinggal empat poin dari Liverpool dalam perburuan gelar, Guardiola menegaskan bahwa ia tetap mendapatkan dukungan penuh dari manajemen klub.

Menurutnya, kepercayaan tersebut sudah terbukti, terutama pada periode sulit musim lalu ketika City sempat mengalami paceklik kemenangan selama beberapa bulan.

“Manajemen menghormatiku. Mereka membuktikannya musim lalu dengan apa yang terjadi di klub ini, bahwa kami tidak memenangkan satu pertandingan pun dalam dua atau tiga bulan. Mereka mendukungku,” ungkap Guardiola.

Ia menambahkan bahwa dirinya masih menikmati pekerjaannya di Manchester City dan tetap berkomitmen menjalani sisa kontrak.

Fokus utama Guardiola saat ini adalah memperbaiki performa tim dan mengejar ketertinggalan poin di klasemen.

“Saya masih punya satu tahun lagi dalam kontrak saya. Saya suka berada di sini, jadi kita lihat saja nanti,” katanya.

Meski menolak terlibat lebih jauh dalam rumor suksesi, Guardiola tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap Enzo Maresca.

Ia menilai pemecatan Maresca dari Chelsea sebagai sebuah kerugian besar bagi klub asal London Barat tersebut.

Menurut Guardiola, Maresca bukan hanya pelatih berkualitas, tetapi juga sosok pribadi yang luar biasa.

“Yang bisa saya katakan adalah, dari sudut pandang saya, Chelsea telah kehilangan seorang manajer dan pribadi yang luar biasa,” puji Guardiola.

Terkait kabar adanya pembicaraan tertutup antara manajemen Manchester City dan Maresca, Guardiola menegaskan dirinya tidak mengetahui hal tersebut. Ia menyebut rumor tersebut sebagai spekulasi media dan memilih untuk tidak menanggapinya lebih lanjut.

“Saya yakin Anda memiliki informasi lebih banyak daripada saya. Itu hanya rumor. Jadi, maaf, saya tidak akan menjawabnya,” ujarnya.

Sejak bergabung dengan Manchester City pada 2016, Guardiola telah mengubah wajah sepak bola Inggris.

Di bawah kepemimpinannya, The Citizens menjelma menjadi kekuatan dominan dengan torehan enam gelar Premier League, termasuk empat gelar beruntun, satu trofi Liga Champions UEFA pertama dalam sejarah klub, raihan treble bersejarah, serta rekor 100 poin pada musim 2017/2018.

Kini, di tengah tekanan persaingan ketat dengan Liverpool, masa depan Guardiola memang kerap menjadi bahan spekulasi.

Namun, satu hal ditegaskan sang manajer: untuk saat ini, ia belum akan pergi ke mana pun dan tetap fokus membawa Manchester City kembali ke puncak kejayaan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Crystal Palace Juara Liga Conference usai Tekuk Rayo Vallecano

JCCNetwork.id-Crystal Palace memastikan gelar perdana Liga Conference usai menundukkan Rayo Vallecano dengan skor 1-0 pada partai final di Leipzig, Jerman, Kamis (28/5/2026) dini hari...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER