Pascabanjir Sekolah Aman di Tapteng Mulai Tatap Muka

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mulai memberlakukan penyesuaian kegiatan belajar mengajar pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025. Sekolah-sekolah yang berada di zona aman kembali beroperasi secara tatap muka sejak Rabu (10/12/2025), sementara satuan pendidikan yang masih terdampak banjir dialihkan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kebijakan ini tertuang dalam instruksi khusus yang dikeluarkan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor pendidikan sekaligus perlindungan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik di tengah kondisi darurat.

- Advertisement -

Masinton menegaskan, proses belajar mengajar selama masa pemulihan harus disesuaikan dengan kondisi psikologis siswa. Ia meminta seluruh sekolah menerapkan metode pembelajaran yang bersifat menyenangkan dan tidak membebani peserta didik, termasuk dengan meniadakan pekerjaan rumah (PR).

“Kami ingin proses belajar mengajar membantu mengobati trauma siswa atas musibah yang terjadi. Maka, konsepnya harus menyenangkan,” ujar Masinton di Pandan, Jumat (19/12/2025).

Untuk sekolah yang mengalami kerusakan infrastruktur atau berada di wilayah rawan, pemerintah daerah memutuskan seluruh kegiatan belajar dialihkan secara penuh ke sistem PJJ hingga kondisi dinyatakan aman. Selain itu, Pemkab Tapanuli Tengah juga menunda pelaksanaan ujian akhir semester ganjil serta pembagian rapor bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga SMA atau sederajat. Agenda tersebut dijadwalkan ulang pada Januari 2026.

- Advertisement -

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan, Masinton turut mengeluarkan kebijakan larangan bagi guru dan tenaga kependidikan meninggalkan wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah selama masa libur sekolah. Kebijakan ini diberlakukan untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia apabila terjadi banjir susulan atau kondisi darurat lainnya.

“Seluruh pendidik diminta tetap di tempat. Kehadiran mereka sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi kondisi darurat dan memastikan keselamatan warga sekolah tetap terjaga,” katanya.

Pemerintah daerah menegaskan, langkah-langkah darurat tersebut diambil guna menjaga keberlangsungan layanan pendidikan tanpa mengabaikan faktor keselamatan. Saat ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan ruang kelas dan fasilitas sekolah akibat banjir bandang.

Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar penentuan skala prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pendidikan yang direncanakan mulai dilaksanakan pada awal tahun 2026. Pemkab berharap, dengan langkah terpadu ini, kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal seiring proses pemulihan pascabencana.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Tunjuk BUMN Jadi Eksportir Tunggal

JCCNetwork.id- Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) baru mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) sebagai langkah memperketat pengawasan perdagangan hasil tambang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER