JCCNetwork.id-Tim nasional U-22 Indonesia dipastikan gagal melaju ke semifinal SEA Games 2025 Thailand, hasil yang dinilai mengejutkan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji. Ia menyebut performa Garuda Muda berada jauh di bawah ekspektasi meski persiapan dinilai maksimal. Indonesia tersingkir pada fase grup setelah menelan kekalahan 0-1 dari Filipina dan gagal meraih kemenangan dengan selisih gol yang dibutuhkan saat menghadapi Myanmar. Kekalahan dari Filipina menjadi yang pertama bagi timnas U-22 Indonesia atas lawan tersebut sepanjang keikutsertaan di SEA Games.
“Saya sendiri jujur saja, ini tim yang paling sulit, paling susah, dan paling tidak masuk akal ya di SEA Games ini,” kata Sumardji pada jumpa pers di Menara Mandiri II, Jakarta, Selasa (17/12/2025).
Sumardji menegaskan, dari sisi persiapan, tim asuhan Indra Sjafri telah menjalani program yang lebih matang dibanding edisi sebelumnya.
Garuda Muda melakoni empat laga uji coba internasional, termasuk menghadapi India U-23 dan Mali U-22, serta tiba lebih awal di Chiang Mai sebelum turnamen dimulai.
Selain itu, kompetisi BRI Super League 2025/2026 juga diliburkan selama SEA Games berlangsung sebagai bentuk dukungan penuh terhadap tim nasional yang berstatus juara bertahan sejak meraih emas pada edisi 2023 di Kamboja.
“Yang saya juga heran, kualitas para pemain yan kita bawa ini luar biasa. yang dulu-dulu dikatakan diaspora tidak ikut serta, sekarang ini ikut (Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, Dion Markx). Kurang apa coba kami mempersiapkan itu semua. Dalam hati dan feeling saya di awal, mestinya baik, paling tidak bisa final,” kata Sumardji.
“Makanya ketika hasilnya, menurut saya, keberuntungan menjauh sekali, ini juga bingung saya. Makanya sempat viral saya termenung, saya terkaget-kaget memang, menurut saya aneh. Saya sudah biasa bawa tim, bukan saya mengecilkan, selama ini di Asia Tenggara saya bawa tim lawan Fulipina belum pernah kalah,” tambah dia.
Skuad Indonesia kali ini turut diperkuat sejumlah pemain diaspora seperti Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx, yang sebelumnya kerap absen pada turnamen multievent. Dengan komposisi tersebut, BTN menargetkan setidaknya lolos ke partai final.
Namun hasil di lapangan tidak sesuai harapan.
Kegagalan ini mengakhiri catatan positif Indonesia yang selalu menembus semifinal dalam tujuh edisi terakhir SEA Games.
Terakhir kali Garuda Muda tersingkir di fase grup terjadi pada SEA Games 2009, saat Indonesia finis sebagai juru kunci grup.
Sebagai tindak lanjut, PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Indra Sjafri sebagai pelatih timnas U-22.
Penghentian tersebut juga mencakup perannya di struktur PSSI sebagai bagian dari tim Direktur Teknik di bawah pimpinan Alexander Zwiers.























